Peningkatan Layanan Air Bersih di Jakarta Harus Prioritaskan Prinsip 3K

AKURAT.CO Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, diminta untuk menjaga prinsip 3K dalam meningkatkan layanan air bersih di Jakarta. Yakni, Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas layanan air.
"Jika kualitas dan kuantitasnya tidak mencukupi, akan sulit bagi warga untuk beralih menggunakan air PAM," kata Pengamat Tata Kota, Nirwono Yoga, dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk "Upaya Tingkatkan Layanan Air Jakarta", di Bengkel Jurnalistik Balai Kota DKI Jakarta, ditulis Kamis (13/2/2025).
Nirwono juga mengingatkan, agar PAM Jaya memprioritaskan penambahan sambungan air di wilayah Jakarta Utara, khususnya di pesisir. Sebab, penggunaan air tanah yang berlebihan di wilayah ini telah menyebabkan penurunan muka tanah yang membahayakan.
Baca Juga: PAM Jaya: Cakupan Layanan Air Bersih di Jakarta Capai 70,29 Persen di 2024
"Riset menunjukkan, jika pengambilan air tanah dihentikan, penurunan muka tanah akan melambat," jelasnya.
Dengan langkah-langkah ini, dia berharap pembangunan jaringan perpipaan di Jakarta dapat terus berjalan dengan cepat demi mencegah dampak negatif penggunaan air tanah yang berlebihan.
Sebelumnya, PAM Jaya menegaskan pihaknya berhasil meningkatkan cakupan layanan sebanyak 2 hingga 3 persen.
Peningkatan cakupan layanan ini juga disertai dengan penambahan sambungan rumah (SR) sebanyak 46.196 sambungan pada 2024. Rencananya, PAM Jaya juga menargetkan 130.000 sambungan baru pada tahun 2025.
"Total pelanggan PAM Jaya telah mencapai 958.000, dengan panjang pipa yang terpasang di Jakarta mencapai 12.202 kilometer, meningkat hampir 200 kilometer dalam dua tahun terakhir," kata Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul Hasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









