Pendapatan Pajak Jakarta Terancam Turun Akibat Efisiensi Anggaran
AKURAT.CO Instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai efisiensi anggaran yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, mulai berdampak pada pendapatan pajak di Jakarta.
Kebijakan tersebut, berpotensi mengurangi pendapatan dari sektor pajak, khususnya yang berasal dari sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sebab, kebijakan efisiensi ini akan mengurangi kunjungan pejabat daerah ke Jakarta.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta Brata, mengatakan Jakarta yang dikenal sebagai pusat kegiatan MICE, selama ini menjadi tujuan utama perjalanan dinas. Sehingga, mendorong kenaikan pendapatan dari pajak hotel, restoran, dan sektor terkait lainnya.
"Misalnya, efisiensi belanja perjalanan dinas. Kita tahu orang datangnya ke Jakarta, tentu tingkat hunian hotel akan turun," ujar Michael di Jakarta, Senin (24/2/2025).
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Pemprov Jakarta Capai Rp1,5 Triliun, Paling Besar dari Biaya Dinas Luar Negeri
Dengan menurunnya kunjungan pejabat daerah, maka pendapatan pajak Jakarta, terutama pajak hotel dan restoran, juga diprediksi akan turun. "Kalau orang enggak datang ke Jakarta, berarti pajak hotel, pajak restoran itu yang turun," jelasnya.
Dia mengaku, akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai dampak kebijakan efisiensi anggaran ini bersama Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta.
Dia juga menyebutkan, bahwa target realisasi penerimaan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dapat mengalami perubahan. "Nanti mesti dihitung benar berapa dampaknya, karena hal ini adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat," tandasnya.
Meski demikian, Michael memastikan bahwa proyek strategis di Jakarta tetap akan berjalan sesuai rencana, karena tidak masuk dalam kategori yang terpengaruh oleh kebijakan efisiensi.
Namun, Pemprov DKI Jakarta tetap harus memastikan bahwa target pendapatan di tahun 2025 dapat tercapai dan dioptimalkan.
"Untuk proyek-proyek yang bersumber dari PAD, itu masih bisa kita alokasikan belanjanya, dengan catatan optimalisasi pendapatan asli daerah sesuai target," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







