Gubernur Kaltim Tinjau Terminal Peti Kemas Kariangau, Dorong Pengembangan untuk Tingkatkan PAD

AKURAT.CO Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H Rudy Mas’ud, melakukan kunjungan kerja ke PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan untuk meninjau langsung aktivitas Pelabuhan dan Terminal Peti Kemas Kariangau.
“Ini adalah aset Pemprov Kaltim yang sangat strategis untuk menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Rudy Mas’ud, dikutip pada Rabu (12/3/2025).
PT KKT merupakan unit usaha hasil kerja sama antara Perusda Melati Bakti Satya (MBS) dan PT Pelindo IV yang mengelola bisnis pelabuhan dan terminal peti kemas.
Rudy berharap potensi besar KKT dapat terus dikembangkan. Salah satu rencana pengembangan adalah memperpanjang dermaga yang saat ini memiliki panjang 270 meter menjadi 1.000 meter ke sisi kanan dan kiri.
Pengembangan ini bertujuan mendukung aktivitas perkapalan dan angkutan logistik di Kaltim, serta mengantisipasi kebutuhan logistik untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Terminal peti kemas ini sangat strategis untuk distribusi barang dan jasa, menekan inflasi, serta memastikan harga yang lebih terjangkau dan ketahanan pangan yang lebih baik bagi masyarakat,” jelas Rudy.
Baca Juga: Desain Kamera iPhone 17 Air Dikabarkan Mirip Google Pixel
Areal KKT mencakup sekitar 16 hektare dari total 72,5 hektare yang tersedia. Di sekitar Teluk Balikpapan, Pemprov Kaltim juga masih memiliki lahan potensial seluas 300 hektare yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Rudy menekankan bahwa pengelolaan lahan ini harus dimaksimalkan karena posisinya yang strategis. Namun, ia tidak setuju dengan konsep kerja sama 50:50 yang selama ini diterapkan dengan Pelindo.
“Kita akan duduk bersama untuk membahas ini. Dalam bisnis, harus ada mayoritas dan minoritas. Kita harus mendapatkan hasil yang lebih baik dari sekarang,” tegasnya.
Selain mengkaji kerja sama, Rudy juga menyoroti kondisi jalan masuk ke KKT yang rusak dan longsor. Menurutnya, jalan tersebut kini sudah menjadi jalan nasional sehingga perbaikannya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Namun, kami tetap akan memberikan dukungan agar perbaikan jalan ini bisa diprioritaskan,” tambahnya.
Selain itu, Rudy mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim akan menyiapkan lahan khusus untuk parkir truk pengangkut kontainer agar tidak lagi parkir sembarangan di sepanjang jalan, yang berpotensi merusak jalan dan menyebabkan longsor.
“Nantinya, area parkir ini akan dikelola oleh perusda agar lebih tertata dengan baik,” ujarnya.
Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, menjelaskan bahwa aktivitas bongkar muat di pelabuhan mencapai 40-45 kapal setiap bulan.
Saat ini, KKT memiliki tiga container crane (CC), di mana dua di antaranya masih menggunakan bahan bakar dan satu sudah elektrik.
“Kami berupaya agar ketiga CC ini nantinya bisa sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik, meskipun tetap disiapkan genset sebagai cadangan,” kata Enriany.
Selain itu, ia juga memaparkan rencana KKT untuk memperluas dermaga menjadi 1.000 meter.
Direktur Utama Perusda Melati Bakti Satya, Aji Muhammad Abidharta Wardhana Hakim, menyebutkan, KKT memiliki tiga jenis penerimaan, yaitu:
- Deviden dengan skema 50:50 bersama Pelindo. Pada periode 2014–2024, rata-rata penerimaan dari deviden sebesar Rp3,8 miliar per tahun, dengan capaian tertinggi pada 2024 sebesar Rp11,2 miliar.
- Imbal jasa aset pada tahun 2024 sebesar Rp8,1 miliar.
- Manajemen fee untuk tahun 2024 sebesar Rp7,4 miliar.
Total aset Pemprov Kaltim di KKT mencapai Rp707 miliar yang terdiri dari:
- Aset tanah senilai Rp550 miliar.
- Bangunan senilai Rp130 miliar.
- Water treatment plant senilai Rp27 miliar.
Baca Juga: 7 Kode Redeem ML Terbaru Hari Ini 12 Maret: Banjir Hadiah Menarik, Jangan Sampai Ketinggalan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










