Mendagri Dorong Kemandirian Fiskal IPDN: Tak Boleh Bergantung pada APBN

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menegaskan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), termasuk asrama yang dinilai belum ideal.
Menurutnya, sebagai institusi strategis pencetak pemimpin masa depan, IPDN harus tampil berwibawa dari segala aspek, termasuk infrastruktur.
“IPDN harus tampil berwibawa, termasuk dari sisi infrastruktur,” ujar Tito saat meninjau IPDN, Kamis (5/6/2025).
Ia juga menyoroti perlunya kemandirian fiskal agar IPDN tidak bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kemandirian ini penting untuk menjawab tantangan efisiensi anggaran dan meningkatkan mutu fasilitas serta program pendidikan.
“Saya harapkan betul IPDN punya kemampuan fiskal yang tidak hanya bergantung pada APBN. Kalau tidak, saat penerimaan negara turun, anggaran IPDN juga ikut dikurangi,” tegasnya.
Baca Juga: Program Guru Penggerak Dihentikan, Jabatan Kepala Sekolah Kini Terbuka Lebar
Sebagai lembaga pendidikan kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri, IPDN dinilai perlu membangun daya tahan fiskal melalui diversifikasi pendanaan, seperti Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan skema Badan Layanan Umum (BLU).
Tito juga mendorong pengembangan kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) melalui program pelatihan, riset terapan, dan sertifikasi.
Potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk menghasilkan pendapatan mandiri, memanfaatkan keunggulan spesifik IPDN dalam bidang pemerintahan.
“Pak Rektor, Pak Halilul seide dengan saya, yaitu memaksimalkan potensi IPDN untuk menghasilkan pendapatan melalui BLU dan PNBP,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mendagri mendorong optimalisasi aset IPDN serta kolaborasi strategis dengan mitra eksternal, termasuk alumni dan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia menyebut, pendanaan alternatif seperti CSR dapat membantu menutupi kekurangan anggaran untuk peningkatan kualitas pendidikan.
“Kalau ada ide-ide untuk menambah kapasitas fiskal, seperti CSR, silakan. Itu bisa jadi solusi,” katanya.
Dari sisi akademik, Tito menyatakan bahwa IPDN terus memperkuat kurikulum dan meningkatkan kapasitas dosen agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pemerintahan.
Baca Juga: Puan: Iduladha Refleksi Pengorbanan dan Keikhlasan
Reformasi pendidikan internal ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Saya ingin IPDN menjadi sekolah tinggi kedinasan yang unggul, dikenal publik, dan mampu bersaing secara global. Jangan sampai tenggelam,” pungkas Tito.
Dengan peningkatan infrastruktur, penguatan akademik, dan kemandirian fiskal, IPDN diharapkan mampu mencetak aparatur sipil negara yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








