Akurat
Pemprov Sumsel

SDM Indonesia Timur Harus Perkuat Literasi Digital, Fasilitas dan Kolaborasi Jadi Kunci

Oktaviani | 21 September 2025, 12:03 WIB
SDM Indonesia Timur Harus Perkuat Literasi Digital, Fasilitas dan Kolaborasi Jadi Kunci

AKURAT.CO Urgensi memperkuat literasi digital bagi generasi muda Indonesia, khususnya di kawasan timur, semakin mendapat sorotan.

Literasi digital bukan hanya soal kemampuan teknis menggunakan perangkat, melainkan keterampilan kritis dalam memilah informasi, berinteraksi sehat di ruang digital, hingga memanfaatkan teknologi untuk pembangunan.

Demikian dikatakan M Khaerun Zuhry Radjilun selaku Chief Executive Officer Timur Network Foundation dalam diskusi Public Discussion & Peluncuran MILBoard 2025 di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Meski tidak hadir secara fisik, Khaerun menitipkan pesan yang menegaskan bahwa literasi digital merupakan concern serius lembaga yang dipimpinnya

Khaerul menyoroti urgensi penguatan keterampilan digital masyarakat di Kawasan Timur Indonesia (KTI) agar mampu bersaing, berkembang, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

"Jika kita tidak segera mempercepat literasi digital di kawasan timur, maka kesenjangan pembangunan akan semakin lebar. Justru inilah alasan mendasar mengapa Timur Network Foundation menjadikan literasi digital sebagai prioritas dan mendukung inisiatif seperti MILBoard," kata dia di diskusi yang bertajuk Meningkatkan LiterasiDigital di Indonesia Timur, dalam keterangannya, Minggu (21/9/2025).

Baca Juga: 5 Cara Paling Ampuh Hilangkan Bau Sepatu

Dia mengatakan komitmen Timur Network Foundation dalam memperjuangkan pemerataan akses, keterampilan, dan kapasitas digital di Indonesia Timur.

Sementara itu, COO Timur Network Foundation, Rafliansyah, menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi pembangunan manusia.

Dia bercerita saat berada di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banyak kata literasi terpampang di berbagai ruang.

"Itu menegaskan bahwa literasi adalah kemampuan dasar untuk memahami dan mengakses informasi," kata dia.

Di era digital, dia menilai literasi digital menjadi kunci agar masyarakat Indonesia Timur bisa memilah informasi dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

"Seperti tagline kami: Jauh Boleh, Tertinggal Jangan," kata dia.

Beberapa narasumber yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain Thomas Benmetan sebagai Communication Associate UNDP Indonesia. Thomas menekankan pentingnya pembangunan kapasitas manusia.

Lalu ada Y. Hesthi Murthi sebagai Associate Program Officer Communication Information Unit UNESCO.

"Saya menyoroti bagaimana mandat UNESCO dalam menjamin akses informasi dan kebebasan berekspresi," kata dia.

Narasumber lainnya ada Eggan Nachson sebagai CEO Mathupskills yang juga perwakilan Professional Timur Network.

Baca Juga: Memahami Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh yang Perlu Anda Ketahui

Dia menyoroti perkembangan, peluang, beserta tantangan digitalisasi di Kawasan Timur Indonesia.

Adapun Vice Prasiden MIL Lab Salma Noorfitria bicara soal masalah serius dalam literasi digital beserta upaya-upaya inovatif dalam menghadapinya.

Puncak acara ditandai dengan peluncuran MILBoard 2025, sebuah permainan edukatif berbasis snake and ladder yang dipadukan teknologi modern.

"Permainan ini mengajarkan keterampilan penting dalam menavigasi dunia digital dengan aman dan bertanggung jawab," kata Salma.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.