Kronologi Kejadian Gempa Banyuwangi Hari Ini
BMKG melalui rilis resmi di situs dan akun media sosial X (sebelumnya Twitter) menyebutkan pusat gempa berada di koordinat 7,82° Lintang Selatan (LS) dan 114,47° Bujur Timur (BT). Lokasi tersebut terletak sekitar 46 kilometer arah timur laut Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kedalaman hiposentrum 12 kilometer.
Gempa dangkal ini menimbulkan guncangan yang cukup terasa di berbagai daerah sekitar Banyuwangi. Laporan awal menyebutkan, getaran juga terdeteksi hingga Jember dan bahkan melintasi Selat Bali hingga Denpasar dan Kabupaten Buleleng, Bali.
Dampak dan Laporan Sementara
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG menegaskan bahwa gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini kerap menimbulkan getaran yang terasa cukup kuat, namun tidak selalu diikuti oleh potensi tsunami.
Dalam keterangannya di media sosial X, BMKG menulis, “Tidak berpotensi tsunami,” untuk menegaskan kondisi aman pascagempa. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan memastikan informasi hanya diperoleh dari sumber resmi.
Getaran Terasa hingga Bali
Beberapa warga di Banyuwangi melaporkan merasakan guncangan yang cukup jelas selama beberapa detik. Hal serupa juga dirasakan warga Denpasar dan Buleleng, Bali, yang mengaku merasakan getaran meski berjarak cukup jauh dari pusat gempa.
Fenomena ini terjadi karena pusat gempa berada di laut dengan kedalaman relatif dangkal, sehingga energi guncangan lebih mudah merambat ke wilayah sekitar, termasuk lintas pulau.
Catatan Penting dari BMKG
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga dianjurkan untuk memeriksa kondisi rumah dan bangunan setelah gempa, serta menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi roboh jika terjadi guncangan susulan.
Kesimpulan
Gempa bumi dengan kekuatan M 5,7 yang terjadi di perairan timur laut Banyuwangi pada Kamis sore ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di wilayah rawan gempa seperti Indonesia.
Walaupun tidak menimbulkan tsunami dan belum ada laporan kerusakan, masyarakat disarankan untuk tetap memantau informasi terbaru dari BMKG dan pihak berwenang lainnya.
Jika kamu tinggal di daerah yang merasakan dampaknya, tetap waspada dan ikuti arahan resmi demi keselamatan bersama.
Baca Juga: Apa Itu Sesar Lembang? Ancaman Gempa Aktif di Jawa Barat
Baca Juga: Kisah Gempa Bumi di Zaman Rasulullah SAW, Berkekuatan Berapa Skala Richter?
FAQ
1. Kapan gempa bumi di Banyuwangi terjadi?
Gempa bumi terjadi pada Kamis, 25 September 2025, tepat pukul 16.04 WIB atau sekitar 17.04 WITA.
2. Di mana lokasi pusat gempa?
BMKG mencatat pusat gempa berada di perairan timur laut Banyuwangi, sekitar 46 kilometer dari daratan, dengan koordinat 7,82° LS dan 114,47° BT.
3. Berapa kekuatan dan kedalaman gempa?
Gempa memiliki kekuatan magnitudo (M) 5,7 dengan kedalaman hiposentrum 12 kilometer, termasuk kategori gempa dangkal.
4. Apakah gempa ini berpotensi tsunami?
Tidak. BMKG menegaskan gempa Banyuwangi tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun getarannya terasa cukup kuat di sejumlah daerah.
5. Wilayah mana saja yang merasakan getaran?
Selain Banyuwangi, guncangan juga dirasakan di Jember, Denpasar, dan Kabupaten Buleleng, Bali.
6. Apakah ada laporan kerusakan atau korban jiwa?
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
7. Apa imbauan BMKG untuk masyarakat?
BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan setelah gempa, dan selalu mengikuti informasi resmi guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
8. Kenapa getaran bisa terasa hingga ke Bali?
Karena pusat gempa berada di laut dengan kedalaman yang dangkal, energi guncangan dapat menyebar lebih luas, bahkan hingga lintas pulau seperti Bali.