Dharma Jaya Jadi Mitra Strategis Pemprov Jakarta Jaga Pasokan dan Kualitas Pangan

AKURAT.CO Perumda Dharma Jaya disebut tak lagi sekadar distributor, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan kualitas pangan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok menegaskan Dharma Jaya adalah 'saudara kandung' pemerintah daerah dalam urusan pangan.
"Peran Perumda Dharma Jaya dalam penguatan ketahanan pangan itu sangat penting," ujarnya, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Baca Juga: DPRD Jakarta Dalami Dugaan Ketidakberesan Keuangan Perumda Dharma Jaya
Dia mengungkapkan, Jakarta hanya mampu memenuhi dua persen kebutuhan pangan dari sumber daya lokal, sementara 98 persen sisanya bergantung pada pasokan luar daerah.
Kerentanan inilah yang membuat Dharma Jaya harus menyiapkan terobosan, mulai dari pembangunan gudang pendingin (cold storage) di Cakung berkapasitas 1.000 ton dan di Pulogadung 2.000 ton, hingga pola kemitraan kontrak farming dengan sejumlah provinsi penghasil ternak.
"Khusus untuk hewan, kami sudah berkolaborasi dengan Lampung, NTT, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai daerah pemasok," jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya suplai ikan sebagai sumber protein untuk menekan angka stunting. Dharma Jaya kini memperluas akses distribusi lewat Meat Shop di Cakung dan Mampang, armada pangan keliling, hingga pemasaran langsung ke kantor wali kota, kecamatan, dan kelurahan.
Baca Juga: Tata Kelola BUMD Dharma Jaya Minim Transparansi, Laporan Keuangan Sebatas Rekayasa
"Dengan sertifikasi halal yang sudah dimiliki, produk pangan dipastikan aman, sehat, utuh, dan layak konsumsi," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menegaskan komitmennya membangun integrasi bisnis rantai dingin. Dharma Jaya, menargetkan beroperasinya cold storage berkapasitas 5.000 ton tahun depan.
"Dengan stok yang aman, potensi kelangkaan bisa ditekan dan harga pangan lebih stabil. Dharma Jaya hadir bukan sekadar penyalur, tapi benteng utama menjaga ketahanan pangan Ibu Kota," tegas Raditya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







