Gerakan Rakyat Jawa Tengah Dikukuhkan, Anies Baswedan Berpesan Jadi Sapu Lidi Membersihkan yang Kotor

AKURAT.CO Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat secara resmi mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025).
Acara pengukuhan berlangsung di Hotel UTC Semarang dan dirangkai dengan Dialog Kebangsaan bertajuk “Menuju Indonesia Cerdas dan Sejahtera.”
Momen ini menjadi sorotan publik dengan kehadiran tokoh inspiratif Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, yang turut menyaksikan langsung prosesi pengukuhan tersebut.
Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dan disaksikan ratusan kader dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Surat keputusan (SK) pengangkatan dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan.
“Selamat kepada DPW dan DPD atas amanat barunya. Kami berharap Panca Karya yang telah kita rumuskan dapat segera diwujudkan hingga ke tingkat kelurahan dan kampung. Itulah indikator nyata dari karya kita semua,” ujar Sahrin.
Sahrin menegaskan, Gerakan Rakyat kini telah berstatus resmi sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang perlu terus memperkuat basisnya agar memiliki daya dorong politik di masa depan.
Baca Juga: Hore! Bakal Ada Wisata Malam Keliling Ragunan Mulai 11 Oktober 2025
“Gerakan Rakyat sudah memiliki legalitas formal sebagai ormas. Ke depan, kita harus membangun kekuatan agar memiliki power politik sendiri yang menjadi alat perjuangan bersama,” tegasnya.
Ketua DPW Gerakan Rakyat Jawa Tengah, Siti Nur Markesi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk komitmen nyata organisasi dalam mewujudkan Indonesia yang cerdas dan sejahtera.
“Alhamdulillah, seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah hadir dalam dialog kebangsaan ini. Kegiatan ini adalah implementasi dari lima pilar Gerakan Rakyat untuk membangun sinergi dan kebersamaan demi Indonesia yang lebih baik,” tutur Siti.
Dalam sambutannya, Anies Baswedan mengajak seluruh anggota Gerakan Rakyat untuk menumbuhkan semangat kerendahan hati dan kebersamaan dalam memperjuangkan perubahan sosial.
“Dalam komunikasi politik, jadilah rendah hati, andhap asor. Dengarkan rakyat, jangan merasa paling tahu,” pesan Anies.
Ia menekankan pentingnya kerja kolektif rakyat dalam mendorong perubahan mendasar, menggambarkannya seperti kekuatan sapu lidi.
“Kita kecil-kecil, tapi kalau bersatu, seperti sapu lidi yang bisa membersihkan yang kotor di negeri ini,” ujarnya.
Anies juga menekankan pentingnya internalisasi nilai dan keyakinan sebagai sumber perubahan sejati.
“Perubahan lahir dari keyakinan yang menyatu dalam diri kita,” tambahnya.
Baca Juga: Nikita Mirzani Dituntut 11 Tahun Penjara Atas Pemerasan dan TPPU
Acara juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Awali Rizky, Ekonom Bright Institute yang membahas arah ekonomi nasional; Prof. Dr. Drs. Muhammad Nur, DEA, Guru Besar UNDIP, yang menyoroti isu ketahanan pangan; serta Prof. dr. Zaenal Muttaqin, Sp.BS, Ph.D., Guru Besar UNDIP yang mengulas ketahanan sistem kesehatan nasional.
Sementara itu, Dr. M. Taufik, S.H., M.H., Dosen UNISSULA, menyoroti dimensi hukum dan keadilan sosial dalam pembangunan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










