Korban Bencana Sumatera Terancam Jalani Ramadan di Tenda: Pembangunan Huntara Harus Dipercepat

AKURAT.CO Pemerintah diminta mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Hingga dua bulan pascabencana, masih banyak warga terdampak yang terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat dengan kondisi terbatas.
Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, menegaskan percepatan pembangunan huntara menjadi sangat mendesak, mengingat umat Muslim akan segera memasuki bulan suci Ramadan.
“Faktanya, sampai hari ini masih banyak saudara kita korban bencana di Sumatera yang belum memiliki hunian sementara. Bayangkan jika mereka harus menjalani ibadah puasa Ramadan dalam kondisi tinggal di pengungsian, beratapkan terpal dan beralas tanah. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar Irmawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1/2026).
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan Aceh itu menekankan bahwa pembangunan huntara bukan sekadar menyediakan tempat berteduh, melainkan merupakan pemenuhan hak dasar warga negara yang terdampak bencana.
Baca Juga: Dikritik Jakmania Egois di Laga Persija vs Madura, Allano Lima dan Emaxwell Tak Setuju
Menurutnya, keberadaan huntara sangat penting untuk membantu pemulihan fisik dan psikologis korban, sekaligus memberikan ruang privasi bagi keluarga agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih layak.
“Jika huntara dapat disiapkan sebelum Ramadan, saudara-saudara kita bisa beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Anak-anak bisa beristirahat dengan baik, sementara orang tua dapat mulai fokus memulihkan kondisi ekonomi keluarga,” tambahnya.
Irmawan menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta instansi terkait agar percepatan pembangunan huntara dijadikan sebagai prioritas utama.
Ia juga mengingatkan pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem.
“Negara harus hadir secara cepat dan berpihak. Jangan sampai korban bencana kehilangan kesempatan menjalani Ramadan dengan layak hanya karena keterlambatan pembangunan infrastruktur dasar,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








