Kemenko Polkam Evaluasi Keamanan Penerbangan Papua, 11 Bandara Sempat Ditutup

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polkam) memberi perhatian serius terhadap situasi keamanan penerbangan perintis dan layanan publik di Papua pasca insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu.
Insiden tersebut berdampak pada penutupan sementara 11 bandara di Papua serta terganggunya sejumlah layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan.
Kondisi ini dinilai menunjukkan peningkatan ancaman terhadap objek vital dan keselamatan masyarakat.
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, menegaskan, negara tidak akan mundur dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua.
Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi bertema “Ancaman terhadap Keamanan Udara Nasional dan Fasilitas Umum di Wilayah Papua” yang digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Purwito menyatakan pemerintah telah mengambil langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan penerbangan di Papua.
“Penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan keselamatan awak pesawat dan masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi penguatan pengamanan oleh aparat TNI dan Polri,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: iOS 26 Hadirkan Nada Dering Baru, 'Dreamer' Jadi Favorit Pengguna iPhone
Ia menegaskan pemerintah tidak menoleransi segala bentuk gangguan terhadap objek vital nasional, termasuk bandara dan fasilitas layanan publik.
“Gangguan terhadap objek vital adalah ancaman terhadap keselamatan rakyat dan tidak akan ditoleransi. Aparat keamanan akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Bandara Dibuka Bertahap
Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, TNI, Polri, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, BIN, serta pemerintah daerah.
Hasil rapat memutuskan Bandara Koroway Batu, Bandara Beoga, dan Bandara Iwur akan dibuka kembali secara bertahap setelah pengamanan dinyatakan memadai.
Purwito menegaskan stabilitas keamanan di Papua merupakan prasyarat utama bagi terselenggaranya pelayanan publik, keberlanjutan pembangunan, penguatan konektivitas, serta terjaganya keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan konektivitas tetap terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, dan pelayanan publik kepada masyarakat Papua tidak terputus,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









