Bersama Wagub Jabar, Wapres Gibran Tinjau Workshop AI Ready ASEAN

AKURAT.CO Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya pengenalan teknologi sejak dini agar generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam arus perkembangan teknologi global, khususnya kecerdasan artifisial (AI).
Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau Workshop AI Ready ASEAN bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” di SMP Plus Muthahari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 siswa dan bertujuan memperluas literasi AI sekaligus membekali pelajar dengan pemahaman dasar pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Wapres menjelaskan, kunjungannya ke sejumlah sekolah di Jawa Barat difokuskan pada pengenalan literasi AI, robotik, hingga pengembangan minat siswa di bidang teknologi digital.
“Kita fokus mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengenalkan AI dan pelajaran robotik. Tadi di salah satu sekolah juga dikenalkan ekstrakurikuler yang fokus ke e-sport. Bahkan ada game yang bisa dipertandingkan di kompetisi tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, penggunaan AI kini semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam proses belajar-mengajar.
Namun, ia mengingatkan pentingnya memahami etika dan aturan dalam pemanfaatannya.
“Penggunaan AI ini penting sekali untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Tapi di satu sisi kita juga harus tahu bahwa AI ini ada aturan main dan etikanya,” tuturnya.
Dalam dialog bersama siswa, salah satu peserta, Mirza Ali Musyafa, menanyakan pandangan Wapres mengenai dampak lingkungan dari perkembangan AI, khususnya penggunaan sumber daya air untuk operasional pusat data.
Baca Juga: Habiburokhman Ingatkan Adian: Jangan Cari Panggung, APBN Disetujui Bersama
Menanggapi hal itu, Wapres menekankan perlunya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian lingkungan.
“Kemajuan zaman pasti ada plus minusnya terhadap lingkungan. Tantangannya adalah mencari titik tengah. Kita ingin teknologi berkembang dan digunakan secara luas, tetapi keberlanjutan lingkungan juga harus tetap diperhatikan,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan apresiasi kepada ASEAN Foundation dan Google.org atas dukungannya dalam program literasi AI bagi pelajar di Indonesia.
“Kita tidak ingin anak-anak kita ketinggalan dalam perkembangan teknologi, khususnya AI,” katanya.
Workshop AI Ready ASEAN merupakan program yang diselenggarakan ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org untuk memperluas literasi AI di kawasan Asia Tenggara.
Program ini memperkenalkan konsep dasar AI, etika penggunaan teknologi, serta pemanfaatannya dalam berbagai aspek kehidupan.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menyatakan, program ini bertujuan memberikan kesempatan setara bagi pelajar untuk memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.
“Kami percaya setiap pelajar, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial,” ujarnya.
“Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentang membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan memberi dampak positif bagi komunitasnya,” tambahnya.
Baca Juga: Jumlah SPKLU Naik 44 Persen, Kenapa Charging Mobil Listrik Masih Jadi Keluhan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










