Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Salurkan Bansos Rp100,9 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

Ayu Rachmaningtyas | 16 Maret 2026, 23:36 WIB
Pemerintah Salurkan Bansos Rp100,9 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Pemerintah menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total nilai mencapai Rp100.975.850.000.

AKURAT.CO Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total nilai mencapai Rp100.975.850.000.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersama Mensos Saifullah Yusuf sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana. Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

Rincian bantuan tersebut meliputi Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) bagi 7.643 kepala keluarga (KK) dengan total nilai Rp38.215.000.000.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 28.831 jiwa sebesar Rp38.921.850.000 untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama tiga bulan.

“Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan isi hunian atau perabot rumah tangga bagi 7.643 KK dengan total nilai Rp22.929.000.000,” kata Tito dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Pemerintah juga menyerahkan santunan kepada ahli waris bagi 60 korban meninggal dunia dengan total nilai Rp900.000.000, serta santunan bagi dua korban luka berat sebesar Rp10.000.000.

Selain bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia juga menyalurkan 2.000 paket peralatan rumah tangga kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Timur.

Tito mengatakan pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, termasuk bantuan bagi rumah masyarakat yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Baca Juga: Wamendagri: Musrenbang Kunci Arah Pembangunan Daerah

Selain itu, pemerintah juga menambah dana Transfer ke Daerah (TKD) bagi pemerintah daerah di tiga provinsi terdampak dengan total nilai mencapai Rp10,6 triliun.

Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya pemulihan di wilayah terdampak bencana.

“Sambil kita melakukan perbaikan-perbaikan dan berbagai usaha lainnya di semua bidang,” ujarnya.

Tito berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu proses penanganan pascabencana, tetapi juga dapat mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

“Terlebih pascabencana, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh masih belum sepenuhnya pulih. Karena itu diperlukan berbagai upaya pemulihan, termasuk melalui penyaluran bansos,” tegasnya.

Sementara itu, Mensos Saifullah Yusuf berharap masyarakat penerima manfaat dapat menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya.

Menurutnya, bantuan disalurkan berdasarkan data yang dilaporkan oleh pemerintah daerah dan terus diperbarui secara berkala.

“Tentu datanya dinamis dan akan terus bertambah. Kemensos secara bertahap akan menyalurkan bantuan berdasarkan data yang sudah terverifikasi. Sesuai arahan Pak Mendagri, makin cepat makin baik,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.