Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Itu Lintrik? Mitos, Fakta, dan Asal-Usul Ilmu Pengasihan dari Banyuwangi

Idham Nur Indrajaya | 23 Maret 2026, 17:19 WIB
Apa Itu Lintrik? Mitos, Fakta, dan Asal-Usul Ilmu Pengasihan dari Banyuwangi
Apa itu lintrik? Simak pengertian, asal-usul, dan fakta ilmu pengasihan Banyuwangi yang viral dan penuh misteri. Ilustrasi Gemini AI

AKURAT.CO Belakangan ini, istilah lintrik mulai ramai dibahas di media sosial hingga film horor. Banyak yang penasaran—apakah ini benar ilmu pelet yang bisa mengendalikan perasaan seseorang, atau hanya cerita lama yang kembali viral?

Kalau kamu juga bertanya-tanya apa itu lintrik, kamu tidak sendirian. Fenomena ini memang berada di persimpangan antara budaya, kepercayaan, dan rasa penasaran manusia terhadap hal mistis.


Apa Itu Lintrik?

Dikutip dari jurnal Universitas Jember, Lintrik adalah ilmu pengasihan atau pelet tradisional dari Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, yang dipercaya memiliki kekuatan supranatural untuk memikat atau mempengaruhi perasaan seseorang.

Ciri utamanya:

  • Berasal dari budaya Using (Banyuwangi)

  • Menggunakan media kartu khusus dalam ritual

  • Dilakukan oleh praktisi spiritual (dukun)

  • Termasuk dalam kategori ilmu gaib dalam kepercayaan tradisional

Namun, secara ilmiah, lintrik tidak terbukti memiliki kekuatan supranatural dan lebih dipahami sebagai fenomena budaya dan psikologis.


Pengertian Lintrik dalam Budaya Jawa

Dalam konteks budaya Jawa, lintrik adalah bagian dari ilmu pengasihan—yakni praktik yang dipercaya dapat menarik perhatian, cinta, atau ketertarikan seseorang.

Di Banyuwangi, khususnya dalam budaya Using:

  • Lintrik dikenal sebagai ilmu pelet tingkat tinggi

  • Sering dikaitkan dengan kekuatan perempuan

  • Masuk dalam kategori “ngelmu” atau ilmu batin tradisional

Berbeda dari pelet biasa, ilmu lintrik dianggap lebih kompleks dan simbolik, karena melibatkan media dan ritual tertentu.


Asal-Usul dan Latar Belakang Lintrik

Lintrik tidak muncul begitu saja. Praktik ini berakar dari:

  • Tradisi animisme dan dinamisme (kepercayaan pada roh dan energi)

  • Budaya mistik Jawa kuno

  • Warisan turun-temurun masyarakat lokal

Dalam sejarahnya, praktik seperti ini sering muncul karena:

  • Keterbatasan sosial (misalnya dalam percintaan)

  • Kepercayaan bahwa kekuatan spiritual bisa memengaruhi realitas

  • Tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi

Inilah yang membuat lintrik Banyuwangi tetap dikenal hingga sekarang.


Ciri Khas dan Cara Kerja Lintrik (Menurut Kepercayaan)

Dalam kepercayaan masyarakat, cara kerja lintrik memiliki ciri khas yang unik:

Menggunakan media kartu

  • Sekitar 60 kartu khusus (mirip kartu ceki/domino Jawa)

  • Berfungsi sebagai simbol dan “penghubung” energi

Dilakukan oleh dukun tertentu

  • Tidak bisa dilakukan sembarang orang

  • Praktisinya sering kali perempuan dengan kemampuan spiritual tinggi

Melibatkan ritual khusus

  • Dilakukan di tempat tertentu (kuburan, hutan, atau tempat keramat)

  • Menggunakan sesajen dan tahapan ritual

  • Harus dilakukan secara berurutan

Efek yang dipercaya

  • Memikat cinta atau perhatian

  • Membuat target merasa terikat secara emosional

  • Bisa bekerja dari jarak jauh (dalam kepercayaan tertentu)


Perspektif Ilmiah dan Psikologi

Dari sudut pandang ilmiah, lintrik tidak memiliki bukti empiris sebagai kekuatan supranatural.

Fenomena ini lebih sering dijelaskan melalui:

  • Sugesti dan placebo effect

  • Keyakinan yang memengaruhi perilaku seseorang

  • Manipulasi emosional dalam hubungan

Secara psikologis, seseorang yang percaya terkena “pelet lintrik” bisa mengalami:

  • Obsesi atau ketertarikan berlebihan

  • Ketergantungan emosional

  • Perubahan perilaku karena sugesti

Artinya, efeknya bisa terasa nyata—bukan karena kekuatan gaib, tapi karena pikiran manusia itu sendiri.


Kontroversi Lintrik: Budaya vs Agama

Lintrik sering menjadi perdebatan karena berada di antara dua sudut pandang:

Perspektif budaya

  • Dianggap sebagai warisan tradisi lokal

  • Bagian dari identitas budaya Using

  • Memiliki nilai historis dan simbolik

Perspektif agama

Dalam pandangan sebagian masyarakat religius:

  • Praktik seperti ini dianggap menyimpang

  • Bisa dikategorikan sebagai bentuk ketergantungan pada selain Tuhan

Perbedaan ini menunjukkan bahwa lintrik bukan hanya soal mistis, tapi juga soal nilai dan keyakinan.


Lintrik di Era Modern: Dari Ritual ke Pop Culture

Menariknya, lintrik kini mengalami transformasi besar.

Dari yang dulu:

Praktik mistik tertutup

Menjadi:

Konten hiburan dan pop culture

Fenomena ini terlihat dari:

  • Film horor bertema lintrik

  • Cerita viral di TikTok atau YouTube

  • Urban legend yang kembali populer

Lintrik kini bukan hanya soal kepercayaan, tapi juga narasi yang menarik untuk dikonsumsi publik.


Insight: Dari Ilmu Gaib ke Komoditas Cerita

Jika dilihat lebih dalam, lintrik mencerminkan hal yang lebih besar:

  • Simbol kekuasaan (terutama perempuan) dalam budaya tradisional

  • Cara masyarakat menghadapi keterbatasan sosial

  • Pergeseran dari kepercayaan → hiburan

Di era digital, fenomena seperti ini sering berubah menjadi “mistis yang dikemas jadi konten”

Dan itu menjelaskan kenapa topik seperti ini terus viral.


Contoh Nyata: Dari Kepercayaan ke Viral Story

Misalnya:

  • Seseorang merasa pasangannya berubah drastis dan mengaitkannya dengan “pengasihan”

  • Cerita viral tentang pelet di media sosial

  • Film yang mengangkat tema lintrik sebagai konflik utama

Meski belum tentu benar, cerita-cerita ini tetap menarik karena menyentuh rasa takut + penasaran manusia


Implikasi & Relevansi di Masyarakat

Fenomena lintrik juga punya dampak nyata:

Dampak negatif

  • Potensi penipuan berkedok spiritual

  • Manipulasi emosi dalam hubungan

  • Konflik sosial atau rumah tangga

Kenapa masih dipercaya?

  • Pengaruh budaya turun-temurun

  • Literasi yang belum merata

  • Kebutuhan emosional manusia

Di sinilah pentingnya memahami lintrik secara kritis, bukan sekadar percaya atau menolak.


Penutup

Lintrik mungkin terdengar seperti ilmu mistis yang menyeramkan—atau justru menarik karena misterinya. Namun di balik itu, ada cerita panjang tentang budaya, kepercayaan, dan cara manusia memahami dunia yang tidak selalu bisa dijelaskan secara logika.

Di era modern seperti sekarang, apakah lintrik masih soal kekuatan gaib, atau hanya cerita yang terus hidup karena rasa penasaran manusia?

Pantau terus fenomena ini, karena di situlah kita bisa melihat bagaimana budaya dan kepercayaan terus berkembang mengikuti zaman.


Baca Juga: Nonton Film Sosok Ketiga: Lintrik (2025), Cek Sinopsis Lengkap Kisah Horor Pelet yang Bikin Merinding!

Baca Juga: Manoj Punjabi Optimistis 'Children of Heaven' Versi Indonesia Lebih Klik karena Kedekatan Kultur dan Agama

FAQ

1. Apa itu lintrik dalam budaya Jawa?

Lintrik adalah ilmu pengasihan atau pelet tradisional yang berasal dari Jawa Timur, khususnya Banyuwangi. Dalam budaya Using, lintrik dipercaya sebagai praktik mistik untuk memikat atau mempengaruhi perasaan seseorang melalui ritual tertentu. Meski dikenal luas dalam cerita masyarakat, lintrik lebih dipahami sebagai bagian dari kepercayaan tradisional, bukan fakta ilmiah.


2. Bagaimana cara kerja lintrik menurut kepercayaan masyarakat?

Cara kerja lintrik dipercaya melibatkan ritual khusus menggunakan media seperti kartu lintrik, sesajen, dan bantuan dukun. Dalam kepercayaan lokal, energi spiritual dari ritual tersebut diyakini dapat mempengaruhi emosi target, bahkan dari jarak jauh. Namun, secara psikologis, efek ini lebih sering dikaitkan dengan sugesti dan keyakinan yang kuat.


3. Apakah lintrik benar-benar bisa memikat seseorang?

Dalam kepercayaan tradisional, pelet lintrik diyakini bisa memikat atau membuat seseorang jatuh cinta. Namun, dari sudut pandang ilmiah, tidak ada bukti bahwa ilmu lintrik memiliki kekuatan supranatural. Perubahan perasaan seseorang lebih masuk akal dijelaskan melalui faktor psikologi, seperti sugesti, interaksi sosial, dan kondisi emosional.


4. Apa perbedaan lintrik dengan pelet biasa?

Lintrik sering dianggap sebagai ilmu pengasihan tingkat tinggi dibanding pelet biasa karena menggunakan media kartu dan ritual yang lebih kompleks. Selain itu, praktik lintrik biasanya tidak bisa dilakukan sendiri dan memerlukan bantuan dukun tertentu. Perbedaan ini lebih bersifat kepercayaan budaya, bukan klasifikasi ilmiah.


5. Bagaimana pandangan agama tentang lintrik?

Dalam banyak pandangan agama, termasuk Islam yang dominan di Indonesia, praktik seperti lintrik dianggap tidak sesuai dengan ajaran karena melibatkan kekuatan selain Tuhan. Sementara itu, dari sisi budaya, lintrik tetap dilihat sebagai warisan tradisi. Perbedaan ini menunjukkan adanya perspektif yang beragam dalam menilai fenomena tersebut.


6. Apakah lintrik hanya mitos atau ada faktanya?

Lintrik lebih tepat dipahami sebagai fenomena budaya dan kepercayaan, bukan fakta ilmiah. Cerita tentang efek lintrik sering beredar di masyarakat dan media sosial, tetapi belum ada bukti empiris yang mendukungnya. Banyak kasus yang dikaitkan dengan lintrik sebenarnya bisa dijelaskan melalui psikologi dan persepsi manusia.


7. Kenapa lintrik kembali viral di era sekarang?

Lintrik kembali populer karena diangkat dalam film, konten media sosial, dan cerita horor yang menarik perhatian generasi muda. Fenomena ini menunjukkan pergeseran dari praktik mistik menjadi bagian dari pop culture. Rasa penasaran terhadap hal mistis juga membuat topik seperti lintrik mudah viral dan banyak dicari di internet.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.