Ketahanan Pangan di Jakarta Jadi Sorotan, DPRD Minta Stok Aman hingga Tiga Bulan ke Depan

AKURAT.CO DPRD Jakarta menyoroti ancaman terhadap ketahanan pangan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Menurut Ketua DPRD Jakarta, Khoirudin, kondisi geopolitik global yang tidak stabil harus diantisipasi serius oleh pemerintah daerah.
"Di tengah situasi Timur Tengah yang tidak sedang baik-baik saja, kita harus menjaga ketahanan pangan di Jakarta," katanya di Gedung DPRD Jakarta, Senin (30/3/2026).
Khoirudin mengatakan, Pemprov Jakarta bersama DPRD juga tengah mengawal implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang memberikan kewenangan khusus bagi Jakarta, termasuk dalam memastikan ketersediaan pangan.
Dia mengingatkan bahwa Jakarta berada dalam posisi rentan karena tidak memiliki sawah maupun lahan pertanian.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Siapkan Skema WFH Hemat BBM, Pramono Anung: Bukan Hari Rabu
Ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain membuat pengawasan stok pangan menjadi krusial, terutama di tengah potensi gangguan rantai pasok global.
"Jakarta tidak memiliki sawah atau lahan pertanian, sehingga kita harus memastikan ketersediaan pangan untuk 11,6 juta penduduk tetap aman," ujar Khoirudin.
Untuk itu, DPRD telah meminta Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan BUMD guna memastikan stok pangan tetap terkendali.
Meski mengakui adanya kekhawatiran, Khoirudin menyebut hingga kini belum ada dampak signifikan terhadap pasokan pangan di Jakarta. Namun, dia menekankan pentingnya menjaga cadangan strategis.
"Biasanya saat Idulfitri, stok beras di gudang harus mencapai 12.500 ton. Peredaran minimal 30 ribu ton dan itu harus aman untuk dua hingga tiga bulan ke depan," jelasnya.
Baca Juga: Soal Zebra Cross Swadaya, DPRD Jakarta: Standar Penting, Tapi Jangan Lambat Respons Kebutuhan Warga
Khoirudin memastikan akan turun langsung melakukan sidak untuk mengecek ketersediaan beras di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin stabilitas pasokan dan mencegah gejolak harga pangan di tengah ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







