Komisi IX DPR Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Kasus Campak

AKURAT.CO Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR, Charles Honoris, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, menyusul meningkatnya tren suspek campak dalam tiga tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR itu dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan jajaran, dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan, terkait Pengawasan Kesiapsiagaan Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, di Provinsi Jateng, pada Senin (30/3/2026).
Politisi PDIP itu menambahkan, khusus terkait imunisasi, berdasarkan tinjauan klinis dan epidemiologis, pemberian imunisasi Campak-Rubella (MR) ditetapkan sebagai instrumen paling efektif dalam memutus rantai penularan penyakit.
"Pengendalian campak secara nasional sangat bergantung pada pemenuhan cakupan imunisasi yang lengkap, merata, dan inklusif di seluruh wilayah tanpa pengecualian," kata Charles.
Legislator asal Daerah Pemilihan Jakarta III itu juga menjelaskan bahwa salah satu fokus kunjungan kerja spesifik kali ini untuk mendapatkan gambaran mengenai KLB Campak di Provinsi Jawa Tengah sekaligus penanganannya.
Baca Juga: Tekan Penularan, Kemenkes Siapkan Vaksin Campak untuk Tenaga Kesehatan
"Kami juga ingin mendapatkan gambaran apakah terdapat kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan upaya penanganan KLB Campak," ujar Charles.
Sementara itu, Wagub Jateng, Gus Yasin, menjelaskan bahwa KLB campak di Jawa Tengah baru terjadi di tiga kabupaten yakni Cilacap, Klaten dan Pati.
Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek yaitu Brebes dan Kudus. Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, tren suspek campak di Jateng sepanjang 2023 hingga triwulan pertama 2026 cenderung naik. Puncak suspek campak terjadi pada Januari 2026 dengan jumlah kasus 792.
Menurut Taj Yasin, peningkatan kasus tersebut merupakan dampak dari terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Jumlah Kasus Meningkat, Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Waspada Campak untuk Nakes
Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi di seluruh wilayah.
"Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




