Akurat Logo

Ribuan Warga Jakarta Konsultasi Kesehatan Mental via JakCare, Psikolog: Kesadaran Meningkat

Okto Rizki Alpino | 23 April 2026, 13:44 WIB
Ribuan Warga Jakarta Konsultasi Kesehatan Mental via JakCare, Psikolog: Kesadaran Meningkat
Psikolog Neysa Nadia Lestari menyebut banyaknya warga Jakarta menggunakan layanan psikolog tidak serta merta mencerminkan peningkatan gangguan kesehatan mental. Foto: Dok. Pribadi

AKURAT.CO Sebanyak 3.753 warga Jakarta tercatat memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan mental melalui aplikasi JakCare sepanjang 2025.

Data tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jakarta saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jakarta, pada Senin (20/4/2026).

Menanggapi fakta tersebut, psikolog dari Arsanara Development Partner, Neysa Nadia Lestari, menilai angka itu tidak serta merta mencerminkan peningkatan gangguan kesehatan mental di masyarakat.

"Angka tersebut tidak bisa langsung diartikan sebagai peningkatan masalah kesehatan mental. Karena tidak semua pengguna layanan berada dalam kondisi klinis," katanya, kepada Akurat.co, Kamis (23/4/2026).

Neysa menjelaskan, tingginya angka pengguna layanan psikolog justru menunjukkan adanya perkembangan positif dalam kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

Baca Juga: Terungkap! Ini Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Jakarta

Kemudahan akses dan keterjangkauan layanan dinilai turut mendorong masyarakat untuk mencari bantuan profesional.

"Justru, angka ini lebih mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental yang kini diikuti dengan akses layanan yang lebih mudah dan terjangkau," ujarnya.

Kendati demikian, Neysa mengingatkan masih banyak kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan kesehatan mental. Hambatan seperti rendahnya literasi, stigma hingga keterbatasan akses menjadi faktor utama.

"Tentunya masih banyak lapisan masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan kesehatan mental, baik karena keterbatasan literasi kesehatan mental, stigma, maupun hambatan akses," katanya.

Ditambahkan Neysa, angka pengguna layanan JakCare lebih tepat dipahami sebagai representasi kelompok yang sudah terjangkau, bukan gambaran menyeluruh kondisi kesehatan mental warga Jakarta.

Baca Juga: Bank Jakarta Bangun Ekosistem Ekonomi Terintegrasi Berbasis Kolaborasi Melalui XPORIA 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.