Akurat Logo

Singgung Anggaran Besar, PSI Soroti Minimnya Jumlah CCTV di Jakarta

Okto Rizki Alpino | 24 April 2026, 10:42 WIB
Singgung Anggaran Besar, PSI Soroti Minimnya Jumlah CCTV di Jakarta
Anggota DPRD Jakarta, Kevin Wu, dalam rapat Komisi A. Foto: Fraksi PSI

AKURAT.CO Fraksi PSI DPRD Provinsi Jakarta menyoroti minimnya penambahan titik kamera pengawas atau CCTV.

Anggota DPRD Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu, menyampaikan kritik tersebut dalam rapat Komisi A terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur 2025, pada Kamis (23/4/2026).

Kevin mempertanyakan klaim Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) yang menyebut pemasangan CCTV di 1.494 titik sebagai capaian. Ia menilai angka tersebut tidak mengalami perubahan signifikan dibanding data sebelumnya.

"Terkait dengan CCTV tadi di halaman 4 Diskominfotik menerangkan bahwa pencapaian pemasangan jumlah titik sebanyak 1.494. Yang saya lihat ini data tidak berubah Pak. Data sebelumnya kami juga melihat angka yang sama," jelasnya.

Menurut Kevin, anggaran yang digelontorkan dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2025 mencapai Rp256 miliar. Dengan dana sebesar itu, ia berharap jumlah titik CCTV dapat bertambah lebih signifikan.

Baca Juga: Pramono Mau MRT Jakarta Seperti di Shenzen, Bisa Layani Jutaan Penumpang per Hari

"Nah ini, coba disampaikan kenapa hal itu dianggap sebagai pencapaian. Dengan anggaran sebesar Rp256 miliar, tentu harapan kami jumlah titiknya itu bisa ditambah. Jangan hanya sedikit seperti ini," katanya.

Kevin mengacu pada riset PricewaterhouseCoopers (PwC) tahun 2017 yang menyebut Jakarta idealnya memiliki sekitar 70 ribu titik CCTV sebagai kota global. Capaian saat ini, hanya baru sekitar 2 persen dari kebutuhan.

"Berdasarkan data yang kami temukan dari riset PwC, dengan ukuran kota global, Jakarta itu idealnya memiliki CCTV di sekitar 70 ribu titik. Nah, artinya kalau cuma sekitar 1.400 saja itu angkanya baru 2 persen," jelasnya.

Ia menilai minimnya CCTV menjadi salah satu celah yang menyebabkan tingginya kasus kriminalitas seperti premanisme dan parkir liar.

"Berarti, Jakarta ini masih punya loophole, masih punya gap di 98 persen titik lainnya. Dan ini lah salah satu penyebab kenapa premanisme, parkir liar dan kriminalitas itu masih tinggi," sambungnya.

Baca Juga: Ribuan Warga Jakarta Konsultasi Kesehatan Mental via JakCare, Psikolog: Kesadaran Meningkat

Kevin menambahkan, fakta di lapangan banyak kasus kriminal justru terungkap dari rekaman warga. Ia mengapresiasi peran masyarakat, namun menilai kondisi tersebut menunjukkan kinerja pemerintah belum optimal.

"Kalau kita lihat saat ini, terungkapnya kegiatan-kegiatan kriminal di masyarakat itu juga karena ada tangkapan kamera. Dan yang kita sayangkan, lebih banyak tangkapan kameranya itu berasal dari netizen, dari warga dan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Pemprov Jakarta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran agar penambahan CCTV bisa lebih masif dan berdampak pada keamanan kota.

"Ini yang coba kita cermati, kita harap bahwa penggunaan anggaran sebesar itu bisa lebih efektif dan efisien lagi agar jumlah titik CCTV-nya bisa ditambah," pungkas Kevin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.