Akurat Logo

DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Ayu Rachmaningtyas | 30 April 2026, 22:46 WIB
DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta
Dugaan kekerasan terhadap anak dan balita yang terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan terhadap anak dan balita yang terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.

Ia juga meminta agar sosok berinisial CD, yang merupakan penasihat yayasan daycare tersebut sekaligus dosen di salah satu perguruan tinggi negeri dan hakim aktif, segera dinonaktifkan dari jabatannya selama proses hukum berlangsung.

“Atas nama pribadi maupun Komisi X DPR RI, serta sebagai Anggota DPR RI dari Dapil DIY, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan terhadap anak-anak di Daycare Little Aresha. Ini kejadian yang sangat memilukan, mengingat jumlah korban cukup banyak dan sebagian besar masih balita,” ujar Esti, Kamis (30/4/2026).

Esti menegaskan, langkah penonaktifan terhadap CD penting dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan menjaga integritas institusi, terutama jika yang bersangkutan terbukti terlibat dalam kasus tersebut.

Ia juga menyoroti perlunya pemberian hukuman yang lebih berat bagi tenaga pendidik atau tokoh berpengaruh yang terlibat dalam tindak kekerasan terhadap anak.

“Hukuman terhadap tenaga pendidik maupun figur publik bisa lebih berat, bahkan hingga tiga kali lipat, dibandingkan pelaku umum. Apalagi jika pelaku adalah dosen atau aparat penegak hukum yang seharusnya memahami aturan. Maka tanggung jawabnya harus lebih besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Esti menilai penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada proses hukum semata, tetapi juga harus mencakup pemulihan menyeluruh bagi para korban.

Menurutnya, kasus ini menjadi indikator bahwa sistem perlindungan anak, khususnya di sektor layanan pengasuhan seperti daycare, masih belum optimal.

Berdasarkan keterangan para orang tua, sejumlah anak korban mengalami dampak serius, baik secara fisik maupun psikologis.

Baca Juga: DNT Lawyers Resmi Hadir di Bali, Perkuat Layanan Hukum dan Dukung Kepastian Investasi Asing

Beberapa di antaranya menunjukkan gejala trauma yang cukup berat, serta gangguan pertumbuhan.

“Dari laporan orang tua, ada anak yang mengalami gangguan kesehatan seperti pneumonia, bronkitis, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, hingga stunting dan keterlambatan tumbuh kembang,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diduga dipicu oleh kurangnya asupan gizi, dehidrasi, serta lingkungan penitipan yang tidak layak, seperti ruang yang sempit, lembap, dan tidak higienis.

Esti menambahkan, para orang tua korban juga menyampaikan rasa terpukul dan bersalah, sekaligus kemarahan atas dugaan perlakuan yang dialami anak-anak mereka selama berada di daycare tersebut.

Ia memastikan Komisi X DPR RI akan terus mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas, serta mendorong agar para pelaku mendapatkan hukuman setimpal guna menimbulkan efek jera.

“Para orang tua juga berharap agar seluruh video yang beredar di media sosial terkait kasus ini dapat segera diturunkan,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.