Akurat Logo

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Utara Jakarta, Warga Diminta Waspada

Okto Rizki Alpino | 4 Mei 2026, 16:03 WIB
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Utara Jakarta, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi banjir rob di Jakarta. (Dok. BPBD Provinsi Jakarta)

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena pasang maksimum air laut, yang bertepatan dengan fase bulan baru atau Perigee.

Fenomena ini berpotensi memicu banjir pesisir (rob) di wilayah utara Jakarta pada 1 hingga 8 Mei 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta menyatakan peningkatan tinggi muka air laut berpotensi terjadi di sejumlah kawasan pesisir.

"Masyarakat pesisir utara Jakarta perlu meningkatkan kesiapsiagaan karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut," ujar Kepala BPBD Provinsi Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Usai Banjir, Aktivitas Pasar Kembali Bergeliat

Dia juga mengimbau warga memastikan sistem drainase di lingkungan tempat tinggal tetap berfungsi optimal guna mencegah genangan air. "Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air," lanjutnya.

BPBD Provinsi Jakarta mencatat puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 20.00 hingga 01.00 WIB.

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga Kepulauan Seribu.

Baca Juga: Atasi Banjir Bandung, Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Danau dan Benahi Tata Ruang

Pihaknya turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca dan dinamika air laut yang dapat berubah cepat. Warga juga diminta menghindari aktivitas di kawasan pesisir saat puncak pasang, guna meminimalkan risiko terdampak banjir rob.

Selain itu, masyarakat diminta memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah, seperti laman peringatan dini BPBD, aplikasi JAKI untuk pelaporan genangan, serta situs pemantauan banjir Jakarta guna memperoleh informasi terkini secara real time.

"Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.