Akurat
Pemprov Sumsel

Pramono Anung Kejar Normalisasi Sungai di Musim Kemarau, Ditargetkan Rampung September

Okto Rizki Alpino | 10 April 2026, 20:15 WIB
Pramono Anung Kejar Normalisasi Sungai di Musim Kemarau, Ditargetkan Rampung September
Gubernur Pramono Anung kebut normalisasi sungai di Jakarta. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta fokus melakukan pengerjaan normalisasi sungai dengan target rampung hingga September 2026.

Upaya ini dilakukan agar Jakarta terhindar dari banjir saat musim penghujan.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) memaksimalkan periode musim kering untuk mempercepat pengerukan dan penataan aliran sungai.

Pramono menyebut kawasan hilir yang terhubung dengan Pintu Air Manggarai menjadi titik krusial dalam pengendalian banjir. Menurutnya, pengaturan aliran air dari Manggarai menentukan arah distribusi debit, baik menuju kawasan Gajah Mada, Istana, maupun jalur lainnya.

"Ini sangat vital. Karena itu saya minta Dinas SDA dalam satu tahun harus sudah selesai," katanya, usai meninjau pengerukan Kanal Banjir Barat (KBB) di Kebon Melati, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Jakarta Gelap hingga MRT Lumpuh, Pramono Sentil PLN

Pramono menjelaskan, selain fokus pada titik hilir, pemprov juga mulai mengerjakan normalisasi sejumlah sungai utama, yakni Ciliwung, Krukut dan Cakung Lama. Upaya ini dilakukan secara paralel untuk memperkuat sistem pengendalian banjir Jakarta secara menyeluruh.

Percepatan ini memanfaatkan prediksi BMKG yang menyebut curah hujan akan menurun mulai pertengahan April akibat fenomena El Nino hingga September.

"Kami akan konsentrasi penuh melakukan pengerukan dan normalisasi sungai selama periode ini," katanya.

Baca Juga: Kanal Banjir Barat Dikeruk, Jakarta Siap Bebas Banjir

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.