Gibran Kecam Pelecehan Santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo: Proses Hukum Harus Tegas dan Transparan

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.
Gibran menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi dan harus ditindak secara tegas melalui proses hukum yang transparan dan berkeadilan.
“Saya mengecam keras kejadian pelecehan terhadap santriwati yang terjadi di Pati. Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. Proses hukum akan dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Ia menekankan, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, perlindungan anak menjadi prioritas utama pemerintah.
Menurutnya, lingkungan pendidikan seperti sekolah dan pesantren harus menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh dan belajar.
“Sekolah maupun pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tegasnya.
Gibran juga mendorong penguatan sistem pengawasan dan perlindungan terhadap peserta didik guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Penataan Guru Honorer, Akses Jadi ASN Diperluas
“Ke depan, pengawasan dan perlindungan peserta didik akan diperkuat,” katanya.
Selain penegakan hukum, ia memastikan pemerintah memberikan perhatian terhadap pemulihan korban.
Gibran meminta agar para santriwati yang menjadi korban mendapatkan pendampingan psikologis dan trauma healing secara intensif.
“Saya juga telah meminta agar pendampingan psikologis dan trauma healing diberikan secara maksimal kepada para korban,” ujarnya.
Sementara itu, proses hukum kasus tersebut terus berjalan. Kepolisian menyatakan telah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ke tahap penyidikan.
“Proses hukum telah memasuki tahap penyidikan setelah adanya saksi dan bukti permulaan yang cukup,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyaama.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pelecehan terhadap puluhan santriwati, yang memicu desakan luas agar aparat penegak hukum bertindak cepat dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









