Akurat Logo

Dua Pendaki Asing Diduga Terjebak 20 Meter dari Kawah Aktif Gunung Dukono

Herry Supriyatna | 9 Mei 2026, 18:12 WIB
Dua Pendaki Asing Diduga Terjebak 20 Meter dari Kawah Aktif Gunung Dukono
Gunung Dukono.

AKURAT.CO Operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang usai aktivitas erupsi Gunung Dukono terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan, Sabtu (9/5/2026).

Proses evakuasi berlangsung penuh risiko karena aktivitas vulkanik gunung masih sangat tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halmahera Utara, Henjte M.L. Hetharia, mengatakan dua pendaki warga negara asing (WNA) diduga berada sangat dekat dengan bibir kawah utama.

Berdasarkan hasil pencarian sebelumnya, posisi keduanya diperkirakan hanya berjarak sekitar 20 hingga 30 meter dari kawah aktif.

“Lokasi tersebut sangat berbahaya sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan perhitungan matang dan tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujar Henjte dalam keterangannya.

Medan ekstrem ditambah erupsi yang masih terjadi membuat tim SAR belum dapat melakukan penjangkauan langsung ke titik lokasi dua pendaki asing tersebut.

Sementara itu, satu pendaki warga negara Indonesia hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono: Tiga Pendaki Hilang, Dua Terdeteksi Dekat Kawah

Tim SAR masih memperluas area pencarian dengan dukungan personel, perlengkapan evakuasi, serta logistik yang telah disiagakan di sekitar lokasi operasi.

Aktivitas vulkanik Gunung Dukono sendiri dilaporkan masih tinggi.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gunung berstatus Level II atau Waspada itu beberapa kali mengalami erupsi sejak dini hari hingga siang tadi.

PVMBG mencatat kolom abu vulkanik terus muncul disertai aktivitas gempa letusan dengan amplitudo cukup besar, menandakan erupsi masih berlangsung intensif.

Karena kondisi tersebut, kawasan dalam radius empat kilometer dari kawah aktif telah ditetapkan sebagai zona berbahaya dan tertutup untuk seluruh aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebelumnya juga sudah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026.

Namun, aktivitas pendakian diduga masih terjadi hingga akhirnya insiden hilangnya tiga pendaki ini terjadi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan aktivitas di kawasan gunung api aktif yang berstatus Waspada maupun Siaga.

Selain Gunung Dukono, BNPB juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan di sejumlah gunung api aktif lain seperti Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Marapi, dan Gunung Semeru.

Baca Juga: Kala Koperasi Masih Jadi Slogan dalam Ekonomi Indonesia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.