Akurat Logo

Judi Online Ancaman Masa Depan Generasi Muda Jakarta

Okto Rizki Alpino | 22 Mei 2026, 16:33 WIB
Judi Online Ancaman Masa Depan Generasi Muda Jakarta
Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jakarta, Justin Adrian, menyoroti maraknya korban judi online di kalangan anak-anak. Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Korban judi online (judol) di kalangan anak-anak, termasuk di Jakarta, dinilai telah memasuki tahap mengkhawatirkan.

Berdasarkan data pemerintah, sekitar 200 ribu anak Indonesia diketahui terpapar praktik judi online dengan puluhan ribu di antaranya masih berusia di bawah 10 tahun.

Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jakarta, Justin Adrian mengatakan, persoalan judi online tidak lagi sekadar pelanggaran hukum tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda.

Menurutnya, dampak sosial yang ditimbulkan jauh lebih luas dibanding kerugian finansial semata.

"Sebanyak 200 ribu anak Indonesia sudah terpapar judi online. Bahkan, data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sekitar 80 ribu di antaranya berusia di bawah 10 tahun. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan," jelasnya, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Pemerintah Waspadai Ancaman Deepfake hingga Judi Online terhadap Stabilitas Nasional

Menurut Justin, kemudahan akses internet dan masifnya promosi perjudian digital membuat anak-anak menjadi kelompok paling rentan terjerat praktik ilegal tersebut.

Paparan judi online dapat memicu kecanduan sejak dini dan berdampak pada perkembangan psikologis maupun sosial anak.

"Judol merusak ekonomi keluarga, memicu kekerasan rumah tangga, hingga menghancurkan masa depan anak-anak," ujarnya.

Justin menegaskan bahwa pemberantasan judi online tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum dan pemblokiran situs semata.

Dibutuhkan keterlibatan aktif keluarga, lingkungan sosial, hingga komunitas untuk membangun kesadaran kolektif dalam melindungi anak-anak dari pengaruh perjudian digital.

Baca Juga: 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Pemerintah Perkuat Sistem Deteksi dan Pelaporan Konten Berbahaya

"Masyarakat harus saling mengingatkan dan melindungi keluarga dari praktik ilegal ini," katanya.

Justin juga menilai pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai dan aktivitas digital anak harus diperkuat.

Selain itu, edukasi literasi digital dinilai penting agar anak-anak memahami risiko dan konsekuensi dari aktivitas judi online.

"Yang terpenting adalah membangun kesadaran dari keluarga dan komunitas. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat anak," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.