Akurat Logo

Gibran Janji Percepat Pembangunan RS Tipe C di Asmat, Fokus Perkuat Layanan Kesehatan Wilayah 3T

Ayu Rachmaningtyas | 22 Juni 2026, 18:30 WIB
Gibran Janji Percepat Pembangunan RS Tipe C di Asmat, Fokus Perkuat Layanan Kesehatan Wilayah 3T
Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menegaskan komitmen pemerintah memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menegaskan komitmen pemerintah memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Salah satu langkah yang didorong adalah percepatan peningkatan status RSUD Perpetua J. Safanpo di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C.

Saat meninjau RSUD Perpetua J. Safanpo di Distrik Agats, Sabtu (21/6/2026), Gibran menyatakan penguatan layanan kesehatan merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan dasar yang berkualitas dan merata hingga ke daerah terpencil.

“Sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi. Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga,” kata Gibran.

Dalam kunjungannya, Wapres meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan ruang nifas.

Ia juga berdialog dengan tenaga kesehatan serta memantau perkembangan pembangunan rumah sakit yang dilakukan secara bertahap sejak 2016.

Direktur RSUD Perpetua J. Safanpo, drg. Yenny Yokung Yong, mengatakan rumah sakit tersebut saat ini didukung sekitar 350 tenaga kerja, termasuk lebih dari 200 tenaga kesehatan, dengan 13 dokter umum, satu dokter gigi, dan 11 dokter spesialis.

Baca Juga: 15 Pekerjaan yang Mulai Dibantu AI pada 2026, Apakah Profesi Kamu Termasuk?

Menurut Yenny, peningkatan status rumah sakit menjadi tipe C akan memperluas akses layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat Asmat.

“Harapan kami, kunjungan Bapak Wapres dapat mempercepat peningkatan kelas rumah sakit ini dari tipe D menjadi tipe C, sehingga pelayanan tidak hanya mencakup empat layanan dasar, tetapi juga berkembang ke layanan kanker, jantung, stroke, dan urologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan RSUD Perpetua J. Safanpo termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win pemerintah di sektor kesehatan.

Selain peningkatan status rumah sakit, pihaknya juga mengusulkan pengadaan alat CT Scan untuk mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.

“Jika alat ini tersedia, jumlah rujukan akan berkurang dan biaya yang ditanggung pemerintah juga bisa lebih efisien,” katanya.

Saat ini, rumah sakit menanggung biaya rujukan pasien Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Asmat, melalui dana otonomi khusus, termasuk transportasi, pendampingan medis, dan fasilitas rumah singgah di Timika, Merauke, Jayapura, hingga Makassar.

RSUD Perpetua J. Safanpo juga membutuhkan penguatan infrastruktur digital untuk mendukung penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), termasuk peningkatan kapasitas jaringan internet.

“Salah satu kebutuhan kami adalah peningkatan kapasitas Wi-Fi di rumah sakit,” ungkap Yenny.

Selain itu, keterbatasan akses air bersih saat musim kemarau masih menjadi tantangan yang memengaruhi pelayanan kesehatan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.

Dari sisi epidemiologi, rumah sakit mencatat tingginya kasus malaria, demam berdarah dengue (DBD), diare, pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberkulosis, hingga meningkatnya kasus stroke dan penyakit jantung.

“Karena itu kebutuhan CT Scan menjadi sangat penting untuk mendukung penanganan pasien,” tegasnya.

Baca Juga: Waketum PKB: Tidak Ada Partai Penyeimbang di Sistem Kita, yang Penting Soliditas Politik

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.