DPRD Jakarta Minta Proyek Jaringan Air Bersih Dipercepat dan Utamakan Keselamatan Warga

AKURAT.CO Ketua DPRD Jakarta, Suhud Alynudin, meminta pelaksanaan pembangunan jaringan air bersih di Jakarta dipercepat tanpa mengabaikan keselamatan warga serta dampak yang ditimbulkan di lapangan.
Menurutnya, proyek strategis tersebut harus mampu meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
DPRD Jakarta mendukung penuh pembangunan jaringan air bersih karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Namun, dia mengingatkan agar pelaksanaan proyek dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi warga yang terdampak.
Baca Juga: Pramono Targetkan Residu Sampah Jakarta Turun di Bawah 20 Persen
"Pembangunan air bersih tentu kita dukung karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Tetapi pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampak di lapangan agar warga tidak terus-menerus dirugikan," kata Suhud kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Dia menilai, pemerintah dan pelaksana proyek harus memiliki target penyelesaian yang jelas serta mempercepat pekerjaan agar proyek tidak berlangsung terlalu lama. Pekerjaan yang berlarut-larut berpotensi memicu keluhan masyarakat karena mengganggu mobilitas maupun aktivitas sehari-hari.
"Harus ada kejelasan target penyelesaian dan pekerjaan dipercepat semaksimal mungkin. Jangan sampai proyek berkepanjangan dan menimbulkan keluhan yang terus berulang," katanya.
Selain percepatan pekerjaan, Suhud menekankan aspek keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama selama proses konstruksi berlangsung. Dia meminta setiap lokasi proyek dilengkapi pengamanan yang memadai untuk mencegah kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan yang melintasi area pengerjaan.
"Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pengamanan lokasi proyek tidak boleh diabaikan karena menyangkut nyawa dan keselamatan pengguna jalan," tegasnya.
Dia juga mendorong pemerintah menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh pembangunan jaringan air bersih. Menurutnya, warga yang mengalami kerugian akibat proyek perlu mendapatkan perhatian, termasuk kemungkinan pemberian kompensasi atau bentuk penyelesaian yang adil.
Baca Juga: Pramono Luncurkan Laman 'Udara Jakarta', Bisa Prediksi Kualitas Udara hingga Tiga Hari ke Depan
"Kalau memang ada warga yang terdampak langsung dan mengalami kerugian, perlu dipikirkan bentuk kompensasi atau solusi yang adil agar masyarakat tetap merasa diperhatikan," tambahnya.
Dia berharap pembangunan jaringan air bersih dapat diselesaikan sesuai target, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah diminta memastikan proses pembangunan tetap mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan kepentingan warga.
"Kita ingin proyek ini berhasil, layanan air bersih meningkat, tetapi warga juga tetap aman, nyaman, dan tidak merasa ditinggalkan selama proses pembangunan berlangsung," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 7Profil Diska Resha Putra, Suami Sarah Gibson yang Jadi Sorotan Usai Diduga Selingkuh
- 830 Ucapan Selamat HUT Bhayangkara 2026 yang Menarik, Penuh Doa, Cocok untuk Caption dan Twibbon
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital







