Pembangunan PSEL Palembang Wujudkan Kota Bersih Berenergi Hijau

AKURAT.CO Pengelolaan sampah terintegrasi menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Untuk itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai bentuk memperkuat pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi bersih.
Gibran meninjau sejumlah fasilitas utama PSEL Keramasan untuk memastikan pembangunan proyek strategis tersebut berjalan sesuai target.
Selama peninjauan, Manajer Operasional PSEL Keramasan, Satriawan Kirana, memberikan penjelasan kepada Wapres Gibran mengenai sistem pengolahan sampah yang akan diterapkan di fasilitas tersebut.
Dia mengatakan, saat beroperasi nanti PSEL Keramasan dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator berkapasitas dua kali 500 ton per hari. Prioritas pengoperasian fasilitas tersebut adalah memaksimalkan pemusnahan dan reduksi sampah secara massal.
"Ke depan, (prioritas) kita adalah memusnahkan dan mereduksi sampah secara massal," kata Satriawan, melalui keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).
"Dengan seribu ton sampah, kita menghasilkan 17,7 megawatt energi hijau, kelistrikan hijau kita sambungkan ke jaringan utama Kota Palembang kelistrikannya. Jadi sampahnya dari Palembang, kita kembalikan dalam bentuk kelistrikan hijau ke Kota Palembang," tambahnya menjelaskan.
Dalam dialog tersebut, Wapres Gibran turut menanyakan pengelolaan abu yang nantinya dihasilkan dari proses pengolahan sampah.
Menanggapi hal itu, Satriawan menjelaskan bahwa abu tersebut akan diolah melalui proses khusus, sehingga tidak lagi menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), melainkan dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan.
"Jadi, kita kedepankan adalah pemusnahan, mereduksi sampah secara massal. Abunya nanti kita treatment sehingga bukan menjadi limbah B3 lagi, itu nanti banyak kegunaannya," ujarnya.
Satriawan menambahkan, abu hasil pembakaran nantinya dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi, seperti bahan timbunan reklamasi maupun konblok.
Pemanfaatan residu tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan nilai tambah dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan konsultan supervisi dan manajemen konstruksi per 30 Juni 2026, progres fisik pembangunan PSEL Keramasan telah mencapai 89,16 persen. Fasilitas strategis ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Setelah beroperasi, PSEL Keramasan diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan melalui pengurangan volume sampah secara signifikan, sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.
Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








