Akurat Logo

Apotek K-24 Buka 17 Gerai Baru dan Perkuat Pencegahan Stunting bagi 1.500 Balita di NTT lewat Festival Sehat Ceria Si Kecil

Idham Nur Indrajaya | 30 Juli 2026, 13:11 WIB
Apotek K-24 Buka 17 Gerai Baru dan Perkuat Pencegahan Stunting bagi 1.500 Balita di NTT lewat Festival Sehat Ceria Si Kecil
Apotek K-24 membuka 17 gerai baru dan menyalurkan bantuan nutrisi bagi 1.500 balita di NTT untuk mendukung pencegahan stunting. dok. K-24

AKURAT.CO Akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah yang letaknya jauh dari pusat kota. Di saat yang sama, persoalan stunting juga belum sepenuhnya teratasi dan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh daripada sekadar pemberian bantuan makanan. Berangkat dari kondisi tersebut, Apotek K-24 tidak hanya memperluas jaringan layanannya dengan membuka 17 gerai baru secara serentak, tetapi juga mengintegrasikan ekspansi tersebut dengan program pencegahan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini menunjukkan bahwa perluasan jaringan layanan farmasi dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain menghadirkan akses obat yang lebih dekat dan tersedia selama 24 jam, Apotek K-24 juga menggelar program edukasi kesehatan dan pemberian bantuan nutrisi bagi balita yang berisiko mengalami stunting. Pendekatan tersebut menjadi menarik karena menggabungkan aspek bisnis dan tanggung jawab sosial dalam satu momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 perusahaan.

Ringkasan

Berikut poin utama dari inisiatif terbaru Apotek K-24:

  • Meresmikan 17 gerai baru secara serentak pada Juli 2026.

  • Total jaringan kini mencapai lebih dari 880 gerai di 172 kota dan kabupaten pada 29 provinsi.

  • Menggelar Festival Sehat Ceria si Kecil di Kupang dan Labuan Bajo.

  • Memberikan bantuan nutrisi kepada 1.500 balita pre-stunting, terdiri atas 1.000 balita di Kupang dan 500 balita di Labuan Bajo.

  • Menyelenggarakan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), skrining tumbuh kembang anak, hingga konsultasi bersama dokter spesialis anak.

  • Berkolaborasi dengan PT Sarihusada Generasi Mahardika dan PT Nestlé Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi Apotek K-24, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses layanan kefarmasian sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya di NTT.

Mengapa Apotek K-24 Membuka 17 Gerai Baru Secara Serentak?

Grand Opening Serentak 17 Gerai menjadi salah satu agenda utama perayaan HUT ke-24 Apotek K-24. Pusat kegiatan dipilih di Apotek K-24 Van Bekkum, Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, yang sekaligus menjadi simbol perluasan jaringan perusahaan ke berbagai daerah sepanjang Juli 2026.

Mengusung tema "Semakin Lengkap untuk Sehat", pembukaan gerai baru tersebut tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah outlet. Lebih dari itu, perusahaan ingin memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan farmasi yang lengkap dan tersedia selama 24 jam.

Founder sekaligus Direktur Utama Apotek K-24, dr. Gideon Hartono, menegaskan bahwa memasuki usia ke-24, perusahaan ingin terus tumbuh bersama masyarakat melalui perluasan layanan kesehatan yang mudah dijangkau.

"Sebagai seorang dokter, saya memandang stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan tumbuh kembang dan kualitas generasi masa depan. Karena itu, melalui Festival Sehat Ceria si Kecil kami ingin menghadirkan kontribusi nyata melalui edukasi, bantuan nutrisi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Di saat yang sama, melalui Grand Opening Serentak 17 Gerai kami terus memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kefarmasian yang lengkap dan buka 24 jam," ujar dr. Gideon melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 30 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Apotek K-24 telah memiliki 889 gerai yang tersebar di 172 kota dan kabupaten pada 29 provinsi. Dari jumlah tersebut, 269 gerai merupakan milik perusahaan (company owned), sedangkan 620 gerai lainnya dioperasikan oleh mitra franchisee. Ke depan, perusahaan berharap dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah kepulauan di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, perusahaan juga berharap dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah kepulauan di Nusa Tenggara Timur.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi jaringan tidak semata bertujuan memperbesar skala bisnis. Ada upaya untuk memperluas pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses terhadap obat-obatan maupun layanan kefarmasian.

dok. K-24

Ekspansi Gerai Tidak Hanya Soal Bisnis, tetapi Juga Pemerataan Layanan Kesehatan

Dalam industri ritel farmasi, pembukaan gerai baru umumnya dipandang sebagai indikator pertumbuhan perusahaan. Namun, konteks Indonesia menghadirkan tantangan yang berbeda. Wilayah kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam membuat akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kesehatan tidak selalu mudah.

Karena itu, pembukaan gerai di daerah seperti Labuan Bajo memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar menambah titik penjualan. Kehadiran apotek yang beroperasi selama 24 jam dapat membantu masyarakat memperoleh obat ketika dibutuhkan, termasuk pada malam hari ketika sebagian besar fasilitas kesehatan non-rumah sakit telah tutup.

Sebagai ilustrasi, bayangkan seorang anak mengalami demam tinggi pada pukul 23.00 di daerah yang jauh dari pusat kota. Orang tua tentu membutuhkan akses cepat terhadap obat-obatan maupun produk kesehatan dasar. Dalam situasi seperti ini, keberadaan apotek yang buka sepanjang hari dapat memangkas waktu pencarian layanan kesehatan dan membantu penanganan awal sebelum pasien memperoleh pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Sudut pandang ini juga menunjukkan bahwa perluasan jaringan apotek dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem kesehatan di daerah. Semakin dekat masyarakat dengan layanan farmasi, semakin besar pula peluang mereka memperoleh informasi mengenai penggunaan obat yang benar, produk kesehatan yang sesuai, hingga edukasi mengenai pencegahan berbagai penyakit.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan program pencegahan stunting yang turut dijalankan Apotek K-24 dalam momentum yang sama. Artinya, ekspansi layanan kesehatan tidak berhenti pada penyediaan obat, tetapi juga diperluas menjadi sarana edukasi dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Baca Juga: BKKBN Percepat Perpanjangan Perpres Stunting, Fokus pada Program Lebih Efektif

Baca Juga: Cegah Stunting di Pengungsian, YAICI Desak Regulasi Khusus Pemulihan Gizi Anak Pasca-Bencana

Festival Sehat Ceria si Kecil, Upaya Pencegahan Stunting yang Tidak Berhenti pada Bantuan Nutrisi

Pembukaan 17 gerai baru bukan satu-satunya agenda yang diusung Apotek K-24 dalam perayaan HUT ke-24. Perusahaan juga kembali menghadirkan Festival Sehat Ceria si Kecil, sebuah program tanggung jawab sosial (CSR) yang berfokus pada pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan, skrining tumbuh kembang, serta bantuan nutrisi bagi balita.

Program ini digelar di dua kota di Nusa Tenggara Timur, yakni Kupang pada 23 Juli 2026 dan Labuan Bajo pada 25 Juli 2026. Apotek K-24 menggandeng PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) dalam pelaksanaan di Kupang, sementara kegiatan di Labuan Bajo didukung oleh PT Nestlé Indonesia.

Secara keseluruhan, program tersebut menjangkau 1.500 balita pre-stunting, terdiri atas 1.000 balita di Kupang dan 500 balita di Labuan Bajo.

Selain pemberian bantuan nutrisi, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), layanan konsultasi kesehatan, hingga skrining tumbuh kembang anak oleh tenaga kesehatan.

Pendekatan ini menjadi menarik karena menyasar akar persoalan yang kerap luput dari perhatian. Banyak program penanganan stunting berfokus pada pemberian makanan tambahan, padahal keberhasilan pencegahan juga sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua mengenai pola asuh, pemberian gizi seimbang, kebersihan lingkungan, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.

Dengan kata lain, bantuan nutrisi dapat menjadi solusi jangka pendek, tetapi perubahan perilaku keluarga menjadi faktor yang menentukan dampak jangka panjang.

dok. K-24

Mengapa Edukasi Menjadi Kunci Pencegahan Stunting?

Stunting sering kali dipahami hanya sebagai kondisi tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan teman seusianya. Padahal, dampaknya jauh lebih luas karena berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas ketika anak memasuki usia dewasa.

Karena itu, edukasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pencegahan.

Melalui Festival Sehat Ceria si Kecil, orang tua tidak hanya menerima bantuan nutrisi, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai berbagai aspek yang memengaruhi pertumbuhan anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun atau periode yang dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Dalam praktiknya, banyak keluarga baru menyadari adanya gangguan pertumbuhan setelah anak memasuki usia balita. Padahal, keterlambatan pertumbuhan sebenarnya dapat dideteksi lebih awal apabila berat badan, tinggi badan, dan perkembangan anak dipantau secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan.

Inilah mengapa program yang menggabungkan edukasi, konsultasi kesehatan, serta skrining memiliki potensi memberikan dampak lebih berkelanjutan dibanding kegiatan yang hanya berfokus pada pembagian bantuan.

Kolaborasi Jadi Faktor Penting Menekan Angka Stunting

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menilai bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Mewakili Gubernur NTT, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Apotek K-24 bersama Sarihusada dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

"Kami mengapresiasi kolaborasi Apotek K-24 bersama Sarihusada yang menghadirkan Festival Sehat Ceria si Kecil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan generasi yang lebih sehat," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., yang menilai kehadiran Apotek K-24 memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar membuka gerai baru.

"Kehadiran Apotek K-24 yang beroperasi selama 24 jam menjadi solusi yang sangat dibutuhkan masyarakat karena kebutuhan akan obat tidak mengenal waktu. Kami juga mengapresiasi Festival Sehat Ceria si Kecil yang mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Manggarai Barat. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan farmasi dan upaya pencegahan stunting sebenarnya saling berkaitan. Ketika masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan, peluang untuk melakukan deteksi dini, konsultasi, maupun pemantauan tumbuh kembang anak juga menjadi lebih besar.

Kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, tenaga kesehatan, hingga masyarakat juga memperbesar peluang agar program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.


Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Mampu Memperkuat Pencegahan Stunting

Selain pemerintah daerah, mitra Apotek K-24 juga memandang bahwa kolaborasi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Sales Director PT Sarihusada Generasi Mahardika, Rizki Imam Ardhi, mengatakan setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh secara optimal.

"Kami percaya setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Melalui kolaborasi bersama Apotek K-24, kami berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan nutrisi sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini," ujar Rizki.

Sementara itu, PT Nestlé Indonesia tidak hanya mendukung pemberian bantuan nutrisi, tetapi juga berpartisipasi dalam penyelenggaraan seminar edukasi bagi kader posyandu, bidan, perawat, serta ahli gizi.

Menurut Medical Market Access PT Nestlé Indonesia, Indah Dwi Puspita, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat.

"Investasi terbaik bagi bangsa adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kami mengapresiasi Apotek K-24 yang secara konsisten menghadirkan Festival Sehat Ceria si Kecil dan berharap kolaborasi ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Melibatkan tenaga kesehatan di tingkat akar rumput memiliki nilai strategis. Mereka merupakan pihak yang paling sering berinteraksi langsung dengan ibu hamil, bayi, maupun balita sehingga berperan penting dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.

Ekspansi Gerai dan Program Sosial Menunjukkan Pendekatan yang Lebih Menyeluruh

dok. K-24

Selama lebih dari dua dekade beroperasi, Apotek K-24 terus memperluas jaringan layanan farmasinya. Kini perusahaan telah memiliki lebih dari 880 gerai yang tersebar di 172 kota dan kabupaten pada 29 provinsi di Indonesia.

Namun, perayaan HUT ke-24 memperlihatkan pendekatan yang berbeda. Pembukaan gerai baru dipadukan dengan program kesehatan masyarakat sehingga ekspansi bisnis tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dari sudut pandang pelayanan kesehatan, pendekatan seperti ini memiliki nilai tambah. Kehadiran gerai baru memang memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan farmasi. Akan tetapi, ketika akses tersebut dibarengi edukasi mengenai pencegahan stunting, konsultasi kesehatan, dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, manfaat yang dihasilkan berpotensi lebih luas.

Sebagai ilustrasi, sebuah keluarga yang rutin berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak di fasilitas kesehatan akan lebih cepat mengetahui apabila terdapat indikasi gangguan pertumbuhan. Deteksi dini tersebut memungkinkan intervensi dilakukan lebih awal sehingga peluang anak tumbuh optimal menjadi lebih besar dibanding ketika masalah baru diketahui beberapa tahun kemudian.

Program pencegahan stunting tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan filantropi, tetapi juga diintegrasikan dengan perluasan akses layanan kesehatan. Kombinasi keduanya berpotensi menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan dibanding jika masing-masing berjalan sendiri-sendiri.

Upaya Pencegahan Stunting Membutuhkan Keberlanjutan

Meski demikian, tantangan terbesar dalam pencegahan stunting bukan hanya bagaimana menyalurkan bantuan nutrisi atau menggelar edukasi satu kali. Keberhasilan program sangat bergantung pada kesinambungan pendampingan kepada keluarga, konsistensi pemantauan pertumbuhan anak, serta kemudahan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

Dalam konteks tersebut, keberadaan jaringan apotek yang semakin luas dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat edukasi kesehatan di masyarakat. Apotek tidak lagi dipandang sekadar tempat membeli obat, tetapi juga dapat menjadi titik awal masyarakat memperoleh informasi mengenai penggunaan obat yang tepat, pemenuhan nutrisi, hingga pentingnya memantau tumbuh kembang anak.

Melalui rangkaian HUT ke-24 ini, Apotek K-24 berharap dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kefarmasian sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, serta mitra strategis dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat.

Pada akhirnya, pembukaan 17 gerai baru bukan hanya menandai bertambahnya jaringan ritel farmasi. Lebih dari itu, langkah tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses layanan kesehatan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Jika kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan diikuti pemantauan yang berkesinambungan, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh keluarga penerima manfaat hari ini, tetapi juga oleh generasi Indonesia pada masa mendatang.

Baca Juga: PIK2 Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program UPIK CERDAS di Kabupaten Tangerang

Baca Juga: Sinergi PAM Jaya dan WCR Siapkan Generasi Penerus Bangsa Bebas Stunting

FAQ

Apa tujuan Apotek K-24 membuka 17 gerai baru?

Pembukaan 17 gerai baru bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kefarmasian yang lengkap serta beroperasi selama 24 jam. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, termasuk kawasan Indonesia Timur.

Mengapa NTT menjadi lokasi program pencegahan stunting?

NTT merupakan salah satu daerah yang masih membutuhkan perhatian dalam upaya penurunan stunting. Melalui Festival Sehat Ceria si Kecil di Kupang dan Labuan Bajo, Apotek K-24 bersama mitra berupaya mendukung percepatan pencegahan stunting melalui edukasi dan bantuan nutrisi.

Apa itu Festival Sehat Ceria si Kecil?

Festival Sehat Ceria si Kecil merupakan program CSR Apotek K-24 yang berfokus pada edukasi kesehatan anak, skrining tumbuh kembang, konsultasi bersama tenaga medis, serta bantuan nutrisi bagi balita yang berisiko mengalami stunting.

Mengapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan penting untuk mencegah stunting?

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan fase paling menentukan bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Pemenuhan nutrisi dan pemantauan kesehatan pada periode ini dapat membantu menurunkan risiko stunting.

Berapa jumlah gerai Apotek K-24 saat ini?

Hingga Juli 2026, Apotek K-24 telah memiliki lebih dari 880 gerai yang tersebar di 172 kota dan kabupaten pada 29 provinsi di Indonesia.

Mengapa edukasi dianggap sama pentingnya dengan bantuan nutrisi dalam mencegah stunting?

Bantuan nutrisi dapat memenuhi kebutuhan gizi dalam jangka pendek, tetapi edukasi membantu orang tua memahami pola makan, sanitasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kombinasi keduanya dinilai lebih efektif dalam mencegah stunting.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.