Bea Cukai Gagalkan Peredaran 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menggagalkan peredaran rokok ilegal.
Kali ini, Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Sulawesi Bagian Selatan menyita 7,8 juta batang rokok tanpa pita cukai di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp7,57 miliar.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat pada 22 Juli 2026 mengenaii dugaan pengiriman rokok ilegal dari Jawa Timur menuju Makassar.
Menindaklanjuti informasi itu, tim intelijen Bea Cukai melakukan pendalaman dan menemukan satu peti kemas lain yang memiliki karakteristik serupa dengan kontainer yang sebelumnya menjadi perhatian.
Atas temuan tersebut, Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan menerbitkan Nota Hasil Intelijen pada 23 Juli 2026 untuk melakukan pengawasan terhadap dua peti kemas tersebut.
"Sesaat setelah peti kemas atensi tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil segera berkoordinasi dengan Hanggar dan Pelindo untuk melakukan pengecekan awal, kemudian menerapkan hold system terhadap dua peti kemas tersebut," demikian keterangan Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Minggu (2/8/2026).
Pemeriksaan fisik dilakukan pada 27 Juli 2026. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 276 koli pada kontainer pertama dan 213 koli pada kontainer kedua yang seluruhnya berisi rokok tanpa dilekati pita cukai.
Total barang bukti yang diamankan mencapai 7.824.000 batang rokok ilegal dengan nilai barang diperkirakan Rp11,62 miliar.
Bea Cukai memperkirakan penindakan tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara akibat cukai yang tidak dibayarkan sebesar Rp7.570.619.760 atau sekitar Rp7,57 miliar.
Kasus tersebut kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman rokok ilegal tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








