Wisata Gunung Bromo Ditutup Imbas Kebakaran, 550 Hektare Lahan Dilalap Api!

AKURAT.CO Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, harus dihentikan sementara setelah kebakaran melanda area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan di tengah munculnya titik api di kawasan kaldera.
Baca Juga: Api Meluas di Gunung Bromo, Pengawasan Kawasan Konservasi Harus Dievaluasi
Kebakaran yang mulai terjadi pada 3 Agustus 2026 tersebut telah membakar sekitar 550 hektare lahan hingga Minggu (9/8/2026).
Meski area kebakaran utama berhasil dipadamkan, petugas masih menemukan titik api baru dengan luas sekitar 20 hektare di sekitar kaldera.
Kondisi tersebut membuat proses penanganan belum sepenuhnya selesai. Pihak berwenang juga memperingatkan adanya kemungkinan api kembali meluas apabila situasi tidak segera terkendali.
Bromo Ditutup Sejak Sabtu Malam
Sebagai langkah pencegahan, kawasan taman nasional telah ditutup sejak Sabtu malam. Kebijakan ini diberlakukan ketika petugas masih berjibaku menangani kebakaran di sejumlah titik.
Penutupan kawasan dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap wisatawan sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam menjalankan proses pemadaman dan pemantauan.
Gunung Bromo sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam populer di Indonesia. Selain gunung berapi aktif, kawasan ini terkenal dengan kaldera dan hamparan lautan pasirnya.
Lebih dari 120 Personel Turun ke Lapangan
Penanganan kebakaran melibatkan lebih dari 120 personel. Operasi pemadaman juga diperkuat dengan tiga helikopter pengebom air, drone, serta sejumlah kendaraan pemadam.
Penggunaan helikopter dan drone dilakukan untuk membantu menjangkau sekaligus memantau kawasan yang sulit ditangani secara langsung dari darat.
Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kebakaran.
Kelalaian Diduga Picu Kebakaran
Di tengah upaya pemadaman, penyebab kebakaran masih menjadi perhatian. Pihak berwenang tengah menyelidiki sumber api, tetapi dugaan awal mengarah pada kelalaian manusia.
Titik awal kebakaran ditemukan di sepanjang jalur yang biasa digunakan pengunjung. Api diduga berasal dari aktivitas seseorang yang sempat menyalakan api, tetapi tidak memastikan bara benar-benar padam.
Kondisi tersebut diduga membuat api kembali menyala dan kemudian menyebar ke area sekitarnya.
Ancaman Kebakaran Belum Sepenuhnya Berakhir
Meskipun kebakaran yang menghanguskan sekitar 550 hektare telah berhasil dipadamkan, munculnya titik api baru menunjukkan bahwa kawasan Bromo masih membutuhkan pengawasan.
Petugas terus melakukan pemantauan terhadap area sekitar kaldera untuk mencegah kebakaran meluas.
Baca Juga: Sejarah Argo Bromo Anggrek
Sementara itu, penutupan kawasan wisata menjadi salah satu langkah yang diambil untuk menjaga keselamatan hingga kondisi dinyatakan aman.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian bagi pengunjung agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di kawasan konservasi. Kelalaian kecil, terutama yang berkaitan dengan api, dapat memicu kebakaran dan berdampak luas terhadap lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








