Akurat
Pemprov Sumsel

Niat dan Urutan Salat Gerhana Bulan: Panduan Singkat untuk Pemula

Dani Zahra | 3 Maret 2026, 20:22 WIB
Niat dan Urutan Salat Gerhana Bulan: Panduan Singkat untuk Pemula
Gerhana Bulan. (Canva)

AKURAT.CO Fenomena alam gerhana bulan bukan sekadar pemandangan langit yang indah, tetapi juga menjadi momen bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan.

Dalam Islam, gerhana adalah tanda kebesaran Allah SWT, dan umatnya dianjurkan untuk melaksanakan Salat Khusuf atau salat sunnah gerhana bulan.

Bagi Anda yang baru pertama kali ingin melaksanakannya, mungkin akan sedikit bingung karena tata caranya berbeda dengan salat fardu atau sunnah pada umumnya.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai niat dan urutan salat gerhana bulan yang mudah dipahami oleh pemula.

Niat Salat Gerhana Bulan

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah swt.”

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Berikut tata cara salat sunnah gerhana bulan yang telah disusun ulang agar lebih mudah dipahami:

Salat diawali dengan niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Saat mengangkat tangan untuk takbir, niat tetap dihadirkan dalam hati.

Setelah itu membaca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Kemudian dianjurkan membaca Surat Al-Baqarah atau surat lain yang panjang, dibaca secara jahar (lantang).

Masuk ke rukuk pertama dengan memperbanyak tasbih, durasinya kurang lebih sepanjang membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah. Lalu bangkit i’tidal tanpa membaca doa i’tidal, melainkan langsung membaca Surat Al-Fatihah kembali.

Setelahnya dianjurkan membaca Surat Ali Imran atau yang sepadan panjangnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D