Akurat Logo

Tata Cara Niat Puasa Asyura Beserta Keutamaan dan Dalilnya

Dani Zahra | 23 Juni 2026, 09:49 WIB
Tata Cara Niat Puasa Asyura Beserta Keutamaan dan Dalilnya
tata cara niat puasa Asyura. Canva)

AKURAT.CO Puasa Asyura menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama di bulan Muharram yang penuh keutamaan.

Ibadah ini tidak hanya memiliki nilai pahala besar, tetapi juga memiliki landasan kuat dari hadis Rasulullah SAW serta dianjurkan untuk didahului dengan puasa Tasua sebagai pembeda dari amalan umat terdahulu.

Baca Juga: Jadwal Puasa Asyura 2026 Versi Pemerintah dan NU yang Perlu Diketahui

Selain tata cara niatnya yang sederhana, puasa ini juga menyimpan banyak keutamaan yang sayang untuk dilewatkan oleh umat Muslim.


Dalil Anjuran Puasa Tasua dan Asyura

Anjuran puasa Asyura berawal dari penjelasan Nabi Muhammad SAW yang melihat kaum Yahudi di Madinah berpuasa pada 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.

Mengetahui hal tersebut, Rasulullah SAW menegaskan bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS, sehingga puasa Asyura pun dianjurkan.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan agar umat Islam menyelisihi kebiasaan tersebut dengan menambahkan puasa pada 9 Muharram yang dikenal sebagai puasa Tasua. Hal ini sekaligus menjadi bentuk mengikuti sunnah dan membedakan ibadah umat Islam.


Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Niat adalah rukun utama dalam beribadah. Niat puasa Asyura dan Tasua dapat dilafalkan di dalam hati sejak malam hari sebelum fajar menyingsing.

Niat Puasa Tasua (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Taasuu'aa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya:
"Saya berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta'ala."

Sedangkan niat puasa Asyura:

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘Aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
"Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."


Tata Cara Menjalankan Puasa Asyura

Secara umum, tata cara Puasa Asyura sama dengan puasa pada umumnya, baik wajib maupun sunah. Berikut langkah-langkahnya:

Membaca Niat: Berniat di dalam hati pada malam hari atau siang hari (jika lupa dan belum membatalkan puasa).

Makan Sahur: Sangat dianjurkan untuk makan sahur menjelang imsak karena di dalamnya terdapat berkah dan memberi energi untuk beraktivitas.

Menahan Diri: Menjaga diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, serta hal-hal lain yang membatalkan puasa dari terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu magrib).

Menjaga Lisan dan Sikap: Menghindari perbuatan maksiat, berbohong, bergosip, atau bertengkar agar pahala puasa tidak berkurang.

Menyegerakan Berbuka: Ketika waktu magrib tiba, segeralah membatalkannya dan membaca doa berbuka puasa.


Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

1. Puasa paling utama setelah Ramadhan

Puasa di bulan Muharram termasuk amalan sunnah yang paling dicintai Allah setelah puasa Ramadhan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan yang penuh kemuliaan.

2. Menghapus dosa setahun sebelumnya

Keutamaan lain dari puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa selama satu tahun sebelumnya.

Namun, ulama menjelaskan bahwa yang dihapus adalah dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap membutuhkan taubat.

3. Amalan yang sangat diperhatikan Nabi

Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sangat memberi perhatian khusus pada puasa Asyura dibandingkan puasa sunnah lainnya, menunjukkan betapa besar keutamaannya dalam Islam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra