Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap: Bacaan, Urutan, dan Doa Sesuai Sunnah

AKURAT.CO Pernah berada di saf sholat jenazah tapi bingung harus membaca apa setelah takbir? Situasi ini sering terjadi—banyak yang hadir, tapi tidak semua benar-benar memahami tata cara sholat jenazah secara utuh. Padahal, ini adalah ibadah terakhir yang kita berikan kepada sesama Muslim sebelum ia dimakamkan.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) dan kitab-kitab fiqih, sholat jenazah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk doa kolektif yang sangat penting. Sayangnya, masih banyak yang hanya ikut gerakan tanpa memahami urutan dan bacaannya.
Jawaban Cepat: Apa Itu Sholat Jenazah dan Bagaimana Tata Caranya?
Sholat jenazah adalah sholat fardu kifayah yang dilakukan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia.
Ciri utama sholat jenazah:
Dilakukan dengan 4 kali takbir
Tanpa ruku, sujud, dan duduk
Fokus pada bacaan doa
Dikerjakan dalam posisi berdiri (jika mampu)
Urutan singkat:
Niat
Takbir 1 → Al-Fatihah
Takbir 2 → Shalawat Nabi
Takbir 3 → Doa untuk jenazah
Takbir 4 → Doa penutup
Salam
Hukum dan Keutamaan Sholat Jenazah
Sholat jenazah hukumnya adalah fardu kifayah. Artinya, kewajiban ini ditanggung bersama oleh umat Islam. Jika sudah ada yang melaksanakannya, maka gugur kewajiban bagi yang lain. Namun, jika tidak ada satu pun yang melaksanakan, semua akan berdosa.
Imam An-Nawawi menegaskan:
Sholat atas jenazah adalah fardhu kifayah tanpa ada khilaf menurut kami, dan hal itu merupakan ijma‘ (kesepakatan ulama).
Maknanya jelas: ini bukan ibadah tambahan, tapi kewajiban sosial yang menunjukkan solidaritas umat.
Rukun Sholat Jenazah yang Wajib Diketahui
Dalam fiqih yang dijelaskan oleh ulama seperti Syekh Nawawi Al-Bantani, rukun sholat jenazah terdiri dari 7 hal:
Niat
Berdiri bagi yang mampu
Takbir empat kali
Membaca Al-Fatihah
Membaca shalawat Nabi
Mendoakan jenazah
Salam
Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka sholat jenazah tidak sah.
Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap dari Awal hingga Salam
1. Niat Sholat Jenazah
Niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan takbir pertama.
Untuk jenazah laki-laki:
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzal-mayyiti arba‘a takbiratin (imaman/ma’muman) fardha kifayatin lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah Ta‘ala.”
Untuk jenazah perempuan:
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
2. Takbir Pertama: Membaca Al-Fatihah
Setelah takbir pertama, membaca surat Al-Fatihah seperti dalam sholat biasa.
3. Takbir Kedua: Membaca Shalawat Nabi
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.
4. Takbir Ketiga: Doa untuk Jenazah
Untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ...
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, dan maafkanlah dia…”
Untuk jenazah perempuan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا...
Bisa dibaca versi pendek atau panjang sesuai kemampuan.
5. Takbir Keempat: Doa Penutup
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّ بَعْدَهُ...
Artinya: “Ya Allah, jangan Engkau haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri kami cobaan sepeninggalnya.”
6. Salam
Menoleh ke kanan dan kiri sambil membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Insight: Banyak yang Hadir, Tapi Tidak Semua Paham
Fenomena yang sering terjadi—sholat jenazah dihadiri banyak orang, tetapi tidak semua benar-benar memahami bacaannya. Sebagian hanya diam mengikuti imam tanpa tahu apa yang dibaca di setiap takbir.
Di satu sisi, kehadiran mereka sudah baik. Tapi di sisi lain, ini menunjukkan masih rendahnya literasi ibadah praktis di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
Contoh Nyata: Situasi yang Sering Terjadi
Bayangkan kamu datang ke masjid saat ada pengumuman sholat jenazah. Kamu ikut berdiri di saf.
Takbir pertama—masih aman.
Masuk takbir kedua—mulai ragu.
Takbir ketiga—diam saja karena tidak hafal doa.
Situasi ini sangat umum. Dan justru di momen penting seperti ini, pemahaman sederhana bisa membuat ibadah jadi lebih bermakna.
Kenapa Penting Memahami Tata Cara Sholat Jenazah?
Ini adalah ibadah terakhir untuk sesama Muslim
Bentuk doa kolektif yang sangat dianjurkan
Bagian dari kewajiban sosial umat Islam
Meningkatkan kesadaran spiritual tentang kematian
Jika diabaikan, kita bukan hanya kehilangan pahala, tapi juga melewatkan kesempatan untuk berbuat baik di momen paling krusial.
Penutup Reflektif
Sholat jenazah mengajarkan satu hal sederhana: hidup ini sementara, dan pada akhirnya kita semua akan berada di posisi yang sama—didoakan oleh orang lain.
Pertanyaannya, apakah kita sudah siap? Dan ketika saat itu tiba, apakah kita juga sudah pernah memberikan doa terbaik untuk orang lain?
Memahami tata cara sholat jenazah bukan hanya soal pengetahuan, tapi bentuk penghormatan terakhir yang penuh makna. Pantau terus pembahasan seperti ini agar kita tidak hanya hadir, tapi juga benar-benar paham.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap: Niat, Bacaan, dan Doa yang Benar
Baca Juga: Tata Cara Sholat Utaqo 8 Rakaat di Bulan Syawal, Lengkap Bacaan, Doa, dan Keutamaannya
FAQ
1. Berapa kali takbir dalam sholat jenazah?
Dalam tata cara sholat jenazah, jumlah takbir adalah empat kali. Setiap takbir memiliki bacaan yang berbeda, mulai dari Al-Fatihah, shalawat Nabi, doa untuk jenazah, hingga doa penutup sebelum salam. Urutan ini menjadi ciri khas sholat jenazah yang membedakannya dari sholat fardu biasa.
2. Apakah sholat jenazah harus menggunakan niat khusus?
Ya, niat sholat jenazah tetap wajib dilakukan di dalam hati saat takbir pertama. Niat ini bisa disesuaikan dengan posisi sebagai imam atau makmum, serta jenis kelamin jenazah. Meski tidak harus dilafalkan, memahami bacaan niat sholat jenazah membantu memperjelas tujuan ibadah yang dilakukan.
3. Apa saja bacaan dalam sholat jenazah yang wajib diketahui?
Bacaan sholat jenazah meliputi beberapa bagian penting, yaitu Al-Fatihah setelah takbir pertama, shalawat Nabi setelah takbir kedua, doa untuk jenazah setelah takbir ketiga, dan doa penutup setelah takbir keempat. Menguasai bacaan ini sangat dianjurkan agar pelaksanaan sholat jenazah lebih sempurna.
4. Apakah sholat jenazah ada ruku dan sujud?
Tidak, dalam cara sholat jenazah tidak terdapat gerakan ruku, sujud, maupun duduk tasyahud. Seluruh rangkaian dilakukan dalam posisi berdiri (bagi yang mampu), karena fokus utama sholat ini adalah membaca doa untuk jenazah, bukan gerakan fisik seperti sholat pada umumnya.
5. Bagaimana jika tidak hafal doa sholat jenazah?
Jika belum hafal doa sholat jenazah lengkap, seseorang tetap boleh mengikuti sholat dengan membaca doa yang paling sederhana atau semampunya. Bahkan, sebagian ulama membolehkan membaca doa umum untuk mayit, karena inti dari sholat jenazah adalah mendoakan kebaikan bagi yang telah meninggal.
6. Apa perbedaan doa jenazah laki-laki dan perempuan?
Perbedaan doa sholat jenazah laki-laki dan perempuan terletak pada penggunaan kata ganti dalam bahasa Arab, seperti “lahu” untuk laki-laki dan “laha” untuk perempuan. Secara makna, isi doanya tetap sama, yaitu memohon ampunan, rahmat, dan keselamatan bagi jenazah.
7. Apakah sholat jenazah bisa dilakukan sendiri?
Secara hukum, sholat jenazah bisa dilakukan sendiri jika tidak ada orang lain, karena ini termasuk fardu kifayah. Namun, lebih utama dilakukan secara berjamaah karena semakin banyak yang mendoakan, semakin besar pula harapan doa tersebut dikabulkan untuk jenazah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








