Amanah Pro, Cara Baru Menyiapkan Haji dan Umrah Lewat Aplikasi Digital Syariah

AKURAT.CO Biaya haji dan umrah terus meningkat, sementara gaya hidup masyarakat semakin digital. Di sisi lain, generasi muda Muslim kini terbiasa mengatur hampir semua kebutuhan lewat aplikasi—mulai dari transportasi, investasi, hingga ibadah. Dalam situasi ini, kehadiran aplikasi Amanah Pro dari Maybank Indonesia dan Muslim Pro menjadi menarik karena menawarkan cara baru mempersiapkan perjalanan spiritual tanpa harus bergantung pada proses perbankan konvensional.
Ringkasan
Amanah Pro adalah platform layanan keuangan syariah digital hasil kolaborasi Maybank Indonesia dan Muslim Pro yang dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan ibadah haji dan umrah.
Beberapa poin penting tentang Amanah Pro:
berbasis Islamic Banking-as-a-Service (iBaaS)
terintegrasi langsung dengan aplikasi Muslim Pro
mempermudah akses layanan perbankan syariah tanpa datang ke kantor cabang
fokus pada persiapan finansial haji dan umrah
didukung teknologi digital dari Audax
menjadi platform iBaaS pertama di Indonesia
Peluncuran Amanah Pro dilakukan di Jakarta pada 6 Mei 2026 dan dihadiri Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Romy H. Buchari, serta CEO Muslim Pro Nafees Khundker.
Mengapa Amanah Pro Menarik untuk Generasi Muslim Digital?
Dulu, layanan bank syariah identik dengan proses administratif yang cukup panjang. Banyak calon jamaah harus datang ke kantor cabang hanya untuk membuka rekening atau berkonsultasi mengenai tabungan haji.
Kini pola itu mulai berubah.
Generasi milenial dan Gen Z Muslim tumbuh dalam budaya serba instan. Mereka terbiasa membuka rekening lewat aplikasi, melakukan pembayaran digital, hingga belajar agama melalui platform online. Karena itu, Amanah Pro hadir di momentum yang tepat.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar inovasi teknologi biasa.
“Peluncuran Amanah Pro adalah bukti bahwa inovasi digital dan prinsip Syariah dapat saling memperkuat. Ini merupakan bagian dari kontribusi kami terhadap industri keuangan Syariah di Indonesia melalui kolaborasi bersama mitra teknologi,” ujar Steffano melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persaingan industri perbankan kini mulai bergeser. Bank tidak lagi hanya berlomba menghadirkan kantor cabang atau aplikasi mobile banking, tetapi juga berusaha masuk ke dalam ekosistem digital yang sudah digunakan masyarakat setiap hari.
Kenapa Kolaborasi Maybank dan Muslim Pro Dinilai Strategis?
Kolaborasi antara Maybank Indonesia dan Muslim Pro bukan hanya soal peluncuran fitur baru. Ada strategi besar di balik integrasi layanan keuangan syariah ke aplikasi gaya hidup Muslim yang telah memiliki jutaan pengguna aktif.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Romy H. Buchari mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem halal digital.
“Melalui kolaborasi ini, kami menghadirkan inovasi yang terkini dan scalable, namun tetap menjunjung prinsip Syariah dalam setiap perjalanan finansial nasabah. Ini merupakan langkah awal dari upaya jangka panjang memperkuat ekosistem halal yang terintegrasi lintas segmen,” kata Romy.
Pernyataan Romy memperlihatkan arah baru industri keuangan syariah Indonesia. Ke depan, layanan perbankan kemungkinan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kebutuhan harian pengguna, mulai dari ibadah, perjalanan religi, hingga gaya hidup halal.
Muslim Pro dipilih bukan tanpa alasan.
Dengan lebih dari 190 juta pengguna Muslim global, platform tersebut sudah memiliki:
basis komunitas,
loyalitas pengguna,
dan keterlibatan harian yang tinggi.
Secara bisnis, ini jauh lebih efisien dibanding membangun komunitas dari nol.
Di sisi lain, Maybank Indonesia membawa kekuatan pada aspek:
regulasi,
kepatuhan syariah,
keamanan finansial,
dan infrastruktur perbankan.
Kolaborasi ini memperlihatkan pola baru di industri digital:
perusahaan teknologi memiliki audiens, sementara bank memiliki lisensi dan sistem keuangan.
Ketika keduanya digabung, lahirlah ekosistem baru seperti Amanah Pro.
Bagaimana Amanah Pro Bisa Mengubah Cara Menyiapkan Dana Haji?
Salah satu tantangan terbesar masyarakat Indonesia adalah mempersiapkan biaya haji dan umrah secara konsisten.
Masalahnya bukan selalu soal niat, tetapi:
pengelolaan keuangan,
disiplin menabung,
akses layanan,
dan kurangnya integrasi digital.
Dalam praktiknya, banyak pekerja muda ingin mulai menabung umrah tetapi menunda karena proses terasa rumit. Sebagian bahkan belum tahu harus mulai dari mana.
Amanah Pro mencoba memotong hambatan itu.
Simulasi realistis pengguna
Bayangkan seorang pekerja berusia 28 tahun di Jakarta.
Ia menggunakan Muslim Pro setiap hari untuk melihat jadwal salat dan membaca Al-Qur’an. Ketika melihat fitur persiapan haji dan umrah berbasis syariah di aplikasi yang sama, kemungkinan untuk mulai menabung menjadi lebih besar karena:
proses terasa familiar,
tidak perlu datang ke bank,
dan akses tersedia langsung dari smartphone.
Secara psikologis, ini penting.
Dalam dunia digital modern, semakin sedikit hambatan teknis, semakin tinggi kemungkinan seseorang mengambil keputusan finansial.
Inilah kekuatan sebenarnya dari model Banking-as-a-Service (BaaS) yang digunakan Amanah Pro.
Baca Juga: DPR Soal WNI Ditangkap Polisi Saudi Karena Jual Kuota Haji Ilegal: Sudah Biasa, Sering Terulang
Apa Dampak Amanah Pro untuk Industri Keuangan Syariah Indonesia?
Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, tetapi penetrasi layanan keuangan syariahnya masih relatif rendah dibanding potensinya.
Di sinilah Amanah Pro bisa menjadi katalis.
Ada tiga perubahan besar yang mungkin terjadi:
1. Perbankan syariah menjadi lebih “mobile-first”
Pengguna tidak perlu lagi memulai dari bank. Mereka bisa memulai dari aplikasi yang sudah digunakan sehari-hari.
2. Ekosistem halal digital akan semakin terintegrasi
Ke depan, aplikasi Muslim kemungkinan tidak hanya menyediakan fitur ibadah, tetapi juga:
asuransi syariah,
marketplace halal,
investasi syariah,
hingga layanan perjalanan religi.
3. Persaingan bank berubah total
Bank tidak lagi hanya bersaing lewat suku bunga atau cabang fisik, melainkan lewat integrasi ekosistem digital.
Ini menjadi perubahan yang cukup revolusioner dalam industri keuangan syariah Indonesia.
Apakah Masa Depan Haji dan Umrah Akan Semakin Digital?
Jawabannya kemungkinan besar: iya.
Bukan berarti unsur spiritual akan hilang. Justru teknologi mulai dipakai untuk mempermudah perjalanan ibadah.
Hari ini masyarakat sudah terbiasa:
membeli tiket secara online,
mengikuti kajian lewat live streaming,
dan melakukan pembayaran digital.
Karena itu, layanan finansial syariah berbasis aplikasi sebenarnya merupakan evolusi yang cukup alami.
CEO Muslim Pro Nafees Khundker mengatakan ekspansi ke sektor fintech merupakan langkah logis dari misi mereka membantu komunitas Muslim global menjalani kehidupan keberagamaan secara lebih praktis.
Pernyataan ini menarik karena menunjukkan perubahan fungsi aplikasi Muslim modern.
Dulu aplikasi religius hanya membantu aspek spiritual. Sekarang, mereka mulai menyentuh:
ekonomi,
gaya hidup,
hingga perencanaan masa depan.
Dan Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial untuk perkembangan tersebut.
Baca Juga: Kuota Haji Tertinggi dan Terendah
Baca Juga: Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Orang yang Hendak Pergi Haji dengan Dokumen Ilegal
Aktivitas Spiritual dan Finansial dalam Ekosistem Digital
Ada satu hal yang menarik dari peluncuran Amanah Pro: ini bukan sekadar fitur baru.
Ini adalah sinyal bahwa aktivitas spiritual dan finansial mulai menyatu dalam ekosistem digital yang sama.
Dulu, orang memisahkan:
aplikasi ibadah,
aplikasi bank,
aplikasi travel,
dan aplikasi investasi.
Sekarang semuanya mulai bergerak menuju satu ekosistem terintegrasi.
Jika tren ini berhasil, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan masyarakat bisa:
menabung haji,
membeli paket umrah,
membayar zakat,
hingga mengatur investasi syariah,
langsung dari satu aplikasi yang sama.
Bagi industri keuangan syariah, ini bisa menjadi titik perubahan yang sangat penting.
Penutup
Kehadiran Amanah Pro menunjukkan bahwa transformasi digital di Indonesia tidak hanya terjadi pada sektor hiburan atau e-commerce, tetapi juga mulai masuk ke wilayah spiritual dan keuangan syariah.
Kolaborasi antara Maybank Indonesia dan Muslim Pro memperlihatkan bagaimana teknologi, komunitas digital, dan kebutuhan religius kini semakin terhubung dalam kehidupan masyarakat modern.
Bagi generasi Muslim muda, layanan seperti ini bukan lagi sekadar inovasi tambahan, melainkan bagian dari gaya hidup baru yang lebih praktis, mobile, dan terintegrasi.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah layanan keuangan syariah akan menjadi digital, melainkan seberapa cepat masyarakat akan beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Pantau terus perkembangan transformasi layanan keuangan syariah digital di Indonesia, karena kemungkinan besar ekosistem seperti Amanah Pro baru menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.
Baca Juga: Sekda Sumsel dan Menteri Haji Tinjau Kloter PLM 10, Pastikan Pelayanan Jemaah Optimal
Baca Juga: Skandal Korupsi Kuota Haji, KPK Periksa Komisaris dan Karyawan Travel
FAQ
Apa itu Amanah Pro yang diluncurkan Maybank Indonesia dan Muslim Pro?
Amanah Pro adalah platform layanan keuangan syariah digital hasil kolaborasi Maybank Indonesia dan Muslim Pro yang dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan ibadah haji dan umrah secara lebih praktis. Platform ini menggunakan konsep Islamic Banking-as-a-Service (iBaaS), sehingga pengguna dapat mengakses layanan finansial syariah langsung dari aplikasi Muslim Pro tanpa harus datang ke kantor cabang bank.
Bagaimana cara kerja Amanah Pro untuk persiapan haji dan umrah?
Amanah Pro bekerja dengan mengintegrasikan layanan perbankan syariah Maybank Indonesia ke dalam ekosistem aplikasi Muslim Pro. Pengguna dapat memanfaatkan fitur finansial digital untuk mempersiapkan dana haji atau umrah melalui smartphone. Konsep ini mempermudah masyarakat karena seluruh proses menjadi lebih cepat, mobile-friendly, dan sesuai prinsip syariah.
Kenapa kolaborasi Maybank Indonesia dan Muslim Pro dianggap strategis?
Kolaborasi ini dianggap strategis karena menggabungkan kekuatan teknologi digital Muslim Pro dengan pengalaman perbankan syariah Maybank Indonesia. Muslim Pro memiliki jutaan pengguna aktif yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi untuk kebutuhan spiritual sehari-hari, sementara Maybank menyediakan infrastruktur keuangan dan kepatuhan syariah. Kombinasi keduanya membuka peluang besar bagi perkembangan fintech syariah di Indonesia.
Apakah Amanah Pro hanya untuk pengguna Muslim Pro?
Saat ini Amanah Pro terintegrasi langsung dengan aplikasi Muslim Pro sehingga fokus utamanya memang ditujukan bagi pengguna platform tersebut. Namun secara konsep, layanan ini menunjukkan arah baru industri digital banking syariah yang kemungkinan akan terus berkembang ke berbagai ekosistem aplikasi Muslim lainnya di masa depan.
Apa keuntungan menggunakan aplikasi digital untuk menyiapkan dana umrah?
Menggunakan aplikasi digital untuk persiapan umrah memberikan beberapa keuntungan seperti akses yang lebih praktis, kemudahan monitoring keuangan, dan proses yang tidak memerlukan kunjungan fisik ke bank. Selain itu, generasi muda kini lebih nyaman menggunakan layanan mobile-first karena seluruh aktivitas finansial dapat dilakukan langsung melalui smartphone kapan saja.
Apakah layanan keuangan syariah digital seperti Amanah Pro aman digunakan?
Layanan seperti Amanah Pro dikembangkan melalui kerja sama dengan institusi perbankan resmi yang memiliki sistem keamanan dan regulasi ketat. Dalam kasus Amanah Pro, layanan didukung oleh Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia dan teknologi Audax untuk memastikan integrasi layanan berjalan aman, cepat, dan sesuai ketentuan perbankan syariah yang berlaku.
Bagaimana masa depan fintech syariah dan aplikasi Muslim di Indonesia?
Masa depan fintech syariah di Indonesia diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berbasis halal. Aplikasi Muslim kemungkinan tidak lagi hanya menyediakan fitur ibadah seperti jadwal salat atau Al-Qur’an digital, tetapi juga akan berkembang menjadi ekosistem lengkap yang mencakup layanan finansial syariah, investasi halal, perjalanan religi, hingga marketplace Muslim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum





