Viral Rekonstruksi Wajah Manusia Pertama di Bumi Mirip Vin Diesel, Begini Penjelasannya

AKURAT.CO Baru-baru ini, pengguna internet dihebohkan dengan unggahan yang diklaim rekonstruksi wajah Adam, manusia pertama di Bumi. Potret 'rekonstruksi' menunjukkan wajah Adam mirip dengan aktor Hollywood, Vin Diesel. Kemiripan luar biasa itu disebut merupakan hasil rekonstruksi model 3 dimensi (3D) dari para ilmuwan di Universitas Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.
Akun Twitter teater indie Alamo Drafthouse NYC yang pertama kali memposting temuan itu. Lalu, dengan cepat postingan itu viral hingga ke seluruh dunia.
"Para ilmuwan di Universitas Princeton telah merekonstruksi model 3D tentang bagaimana Adam, manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan, mungkin terlihat," keterangan @AlamoNYC.
Scientists at Princeton University have reconstructed this 3D model of how Adam, the first human being created by God, might have looked pic.twitter.com/lvnk5Pwn3P
— Alamo Drafthouse NYC (@AlamoNYC) October 27, 2022
Melalui postingan itu, warganet mengeklaim bahwa konstruksi 3D Adam terlihat seperti Vin Diesel.
Namun, kehebohan itu tidak berdasar. Sebab, menurut Variety, tidak ada bukti proyek penelitian semacam itu di Universitas Princeton. Terlebih lagi, unggahan itu hanya tren meme seseorang yang menggarap selebriti dalam bentuk 3D atau efek lucu.
"Sekadar mengingatkan bahwa kita adalah bioskop, bukan jurnal akademis," jelas @AlamoNYC menambahkan dalam postingan selanjutnya.
Scientists at Stanford University have reconstructed this 3D model of how Mary, the mother of Jesus Christ might have looked. pic.twitter.com/J8o4ECVxIP
— ???????????? ???????? (@brotaminz) October 25, 2022
Sebelumnya, lelucon serupa juga sempat menghiasi Twitter, salah satunya menyebut bahwa para ilmuwan di Universitas Stanford telah merekonstruksi model 3D tentang bagaimana rupa Maria, ibu Yesus Kristus, yang disebut-sebut oleh warganet mirip dengan Lady Gaga.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





