AKURAT.CO Korban tewas akibat kebakaran hutan di Pulau Maui, Negara Bagian Hawaii, Amerika Serikat, bertambah menjadi 114 pada Jumat (18/8/2023), sementara lebih dari 60 persen area bencana telah disisir.
Dalam sebuah pembaruan informasi, Departemen Kepolisian Maui mengonfirmasi bahwa total korban jiwa dalam bencana mematikan tersebut telah bertambah menjadi 114 orang, naik dari 111 orang yang tercatat pada Kamis (17/8/2023).
Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Gubernur Hawaii, Josh Green, mengatakan bahwa jumlah korban jiwa dalam bencana itu "diperkirakan akan meningkat setiap hari" seiring berlanjutnya upaya pencarian korban.
"Skala kehancuran di Maui sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata," ungkapnya mencatat bahwa lebih dari 2.200 bangunan hangus dan 500 bangunan lainnya rusak dengan kerugian diperkirakan mencapai hampir USD6 miliar.
"Kini, kami tengah menangani pekerjaan yang sulit untuk mencari para korban yang selamat, menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah, dan mengidentifikasi jenazah korban," ujar Green. Saat ini ada sekitar 470 petugas pencarian dan penyelamatan (SAR) serta 40 anjing pelacak yang menyisir ratusan bangunan yang terbakar.
"Kami akan membangun kembali Lahaina. Ini akan memakan waktu bertahun-tahun dan biaya miliaran dolar AS, tetapi kami telah berkomitmen untuk upaya ini, dan bersama-sama kita akan menghadapi tantangan ini," jelas Green, diberitakan Antara.
Kebakaran hutan mematikan di Maui telah menghanguskan sebagian besar kota bersejarah Lahaina, objek wisata populer di Maui yang dahulu merupakan ibu kota Kerajaan Hawaii. Kota ini merupakan rumah bagi sekitar 13.000 penduduk.
Green mengatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan perintah agar dilakukan penilaian yang komprehensif terhadap setiap detail tanggap darurat atas insiden kebakaran hutan di Maui.
Dengan sedikitnya 1.000 orang masih dinyatakan hilang, tim pemulihan di Lahaina bertarung dengan waktu untuk menjangkau sebanyak mungkin wilayah yang terdampak sebelum hujan lebat, yang diperkirakan akan turun pada pekan depan, papar laporan media lokal Hawaii News Now.
Pihak Gedung Putih dalam sebuah pernyataan awal pekan ini mengumumkan bahwa Presiden AS Joe Biden telah dijadwalkan untuk melakukan perjalanan ke Maui pada Senin (21/8/2023) untuk bertemu dengan para responden pertama, korban selamat dan sejumlah pejabat federal, negara bagian maupun lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




