Keunggulan Suara Partai Berkuasa Di Zimbabwe Buat Ancaman "Iklim Ketakutan"

AKURAT.CO Hasil parsial dari pemilihan parlemen Zimbabwe menunjukkan bahwa keunggulan partai yang berkuasa bertambah pada, Jumat (25/8/2023).
Namun para pengamat pemilu mengatakan bahwa pemungutan suara tidak memenuhi standar internasional dan dilakukan dalam iklim ketakutan.
Partai ZANU-PF sebagai Partai Penguasa di Zimbabwe
Partai ZANU-PF yang dipimpin Presiden Emmerson Mnangagwa, secara luas diperkirakan akan mempertahankan cengkeraman kekuasaannya yang telah berlangsung selama 43 tahun.
Setelah rakyat Zimbabwe memberikan suara mereka dalam pemilihan parlemen dan presiden pada hari Rabu (23/8/2023).
Penghitungan oleh lembaga penyiaran pemerintah, ZBC, menunjukkan ZANU-PF memenangkan 101 konstituen parlemen dan partai oposisi utama Citizens Coalition for Change (CCC) dengan memenangkan 59 dari total 210 konstituen.
Sementara untuk hasil pemilihan presiden belum diumumkan, diperkirakan dalam waktu lima hari setelah pemungutan suara.
Mnangagwa (80) berusaha untuk terpilih kembali pada saat negara Afrika selatan itu bergulat dengan inflasi yang melonjak dan pengangguran yang tinggi.
Tidak hanya itu, banyak juga warga Zimbabwe yang bergantung pada kiriman uang dalam bentuk dolar dari keluarga di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Penantang utama Mnangagwa adalah pengacara dan pendeta berusia 45 tahun, Nelson Chamisa.
Peluang Zimbabwe untuk menyelesaikan krisis utang dan mendapatkan pinjaman Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dipertaruhkan.
Sebab para pemberi pinjaman asing mengatakan bahwa pemungutan suara yang bebas dan adil adalah prasyarat untuk pembicaraan yang berarti.
Pemerintah dan komisi pemilihan umum menjanjikan pemilu yang bersih. Namun, beberapa analis politik mengatakan bahwa pemilu ini kemungkinan besar akan sangat condong ke arah Mnangagwa.
Mengingat sejarah partainya yang menggunakan institusi-institusi negara untuk memanipulasi hasil pemilu.
"Hak-hak yang dibatasi dan kurangnya lapangan permainan yang setara menyebabkan lingkungan yang tidak selalu kondusif bagi para pemilih untuk membuat pilihan yang bebas dan terinformasi," ujar Kpala Misi Pengamat Uni Eropa, Fabio Massimo Castaldo, dikutip Sabtu (26/8/2023).
Fabio melanjutkan bahwa tindakan kekerasan dan intimidasi mengakibatkan iklim ketakutan.
Menambahkan bahwa pemilu tersebut tidak memenuhi standar transparansi internasional.
Diketahui, Polisi dengan kejam menangkap anggota Jaringan Pendukung Pemilu Zimbabwe dan Pusat Sumber Daya Pemilu (ERC), kedua kelompok masyarakat sipil yang mengatakan bahwa mereka memantau pemungutan suara demi kepentingan demokrasi.
ERC kemudian memposting di X, bahwa 16 stafnya bersama dengan anggota Jaringan Pendukung Pemilu Zimbabwe telah dibebaskan dengan jaminan USD200 oleh seorang hakim.
Sebuah tim pengamat dari Southern African Development Community (SADC) mengatakan bahwa pemungutan suara berlangsung damai, namun ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan, termasuk penundaan pemungutan suara, pelarangan unjuk rasa, peliputan media pemerintah yang bias, dan kegagalan komisi pemilihan umum untuk memberikan para kandidat akses kepada para pemilih.
"Beberapa aspek dari pemilu yang diselaraskan tidak memenuhi persyaratan konstitusi Zimbabwe, Undang-Undang Pemilu dan prinsip-prinsip dan pedoman SADC yang mengatur pemilu yang demokratis," ujar ketua tim, Nevers Mumba.
Sekretaris keuangan ZANU-PF, Patrick Chinamasa mengatakan bahwa partai yang berkuasa berada di jalur yang tepat untuk mencapai mayoritas dua pertiga di Majelis Nasional.
Dia memperkirakan Mnangagwa sesuai target untuk mendapatkan 60 persen hingga 65 persen suara.
Sebagai informasi, Mnanggwa mengambil alih kekuasaan dari orang kuat Robert Mugabe setelah kudeta tahun 2017 dan memenangkan pemilu yang disengketakan pada tahun 2018.
Seperti pada pemilu sebelumnya, hasil parlemen tampaknya menunjukkan ZANU-PF mempertahankan basis pedesaannya, sementara CCC merebut suara di perkotaaan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








