Jaksa Luncurkan Penyelidikan Skandal Ciuman Bos Federasi Sepak Bola Spanyol

AKURAT.CO Jaksa Pengadilan Tinggi Spanyol membuka penyelidikan awal pada Senin (28/8/2023), mengenai kemungkinan tindakan agresi seksual yang dilakukan Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF), Luis Rubiales.
Tindakan agresi seksual yang dimaksud yakni aksi Luis Rubiales yang meraih pemain sepak bola wanita Jenni Hermoso dan menciumnya di bibir setelah kemenangan Spanyol di Piala Dunia Wanita beberapa waktu lalu.
Seorang juru bicara kantor kejaksaan mengatakan bahwa pengadilan telah menerima beberapa pengaduan namun hanya akan melakukan penyelidikan penuh jika Hermoso memintanya.
Sementara, Hermoso mengatakan bahwa dirinya tidak ingin dicium.
Baca Juga: Pelatih Timnas Putri Spanyol Sebut Aksi Cium Luis Rubiales Tak Pantas
Langkah ini meningkatkan tekanan pada Rubiales setelah sebelumnya mendapatkan skors oleh FIFA.
Rubiales (46) menolak untuk mundur dengan mengatakan bahwa ciuman tersebut adalah atas dasar suka sama suka.
Tidak hanya itu, para kepala regional RFEF dengan suara bulat meminta Rubiales segera mengundurkan diri dengan alasan perilaku yang tidak dapat diterima yang telah sangat merusak citra sepak bola Spanyol.
Baca Juga: Timnas Spanyol Lakukan Aksi Mogok Setelah Bos Federasi Tolak Mengundurkan Diri Terkait Skandal Ciuman
Situasi ini telah berkembang menjadi perdebatan nasional mengenai hak-hak perempuan, perilaku macho dan pelecehan seksual.
Pengadilan Administratif Olahraga akan memutuskan apakah mengambil kasus terhadap Rubiales setelah pertemuan luar biasa nanti.
Penjabat Menteri Tenaga Kerja, Yolanda Diaz, mengatakan, pembangkangan Rubiales dan dukungan dari beberapa anggota federasi menunjukkan bahwa perilaku macho merupakan hal yang sistemik dalam masyarakat Spanyol.
Baca Juga: Soal Ciuman, Perdana Menteri Spanyol Sebut Permintaan Maaf Rubiales Tidak Cukup
"Apa yang dialami oleh pesepak bola Jenni Hermoso seharusnya tidak pernah terjadi," kata Diaz dalam sebuah pernyataan video, dikutip Selasa (29/8/2023).
Pada Senin malam waktu setempat ratusan orang berkumpul di pusat Kota Madrid dalam aksi protes yang diserukan oleh kelompok-kelompok feminis untuk mendukung Hermoso dan menentang Rubiales.
Orang-orang menyerukan pengunduran diri Rubiales sambil meneriakkan yel-yel "Ini bukan ciuman, ini adalah agresi."
Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan, pada hari yang sama bahwa seksisme masih merupakan masalah penting dalam olahraga dan mendesak pihak berwenang serta pemerintah Spanyol untuk menangani hal ini dengan cara yang menghormati hak-hak atlet wanita.
"Seberapa sulit untuk tidak mencium seseorang di bibir? Saya tidak melihat ada indikasi bahwa itu dilakukan atas dasar suka sama suka," kata Dujarric.
Dalam sebuah kejadian yang mengejutkan, ibu Rubiales mengunci diri di dalam gereja dan melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes atas perlakuan anaknya.
Sebelumnya, atas kejadian tersebut, 23 pemain skuad Spanyol yang memenangkan piala termasuk Hermoso serta puluhan anggota skuad lainnya mengatakan bahwa mereka tidak akan bermain dalam pertandingan internasional sementara Rubiales tetap menjadi kepala federasi.
Mereka dijadwalkan melakukan laga tandang ke Swedia di Liga Bangsa-Bangsa pada 22 September nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








