Akurat Logo

Curhat ke Prabowo, Siswa Sekolah Rakyat Ungkap Perjuangan dan Mimpi yang Kembali Hidup

Moehamad Dheny Permana | 7 Juni 2026, 23:56 WIB
Curhat ke Prabowo, Siswa Sekolah Rakyat Ungkap Perjuangan dan Mimpi yang Kembali Hidup
Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali.

AKURAT.CO Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, menjadi momen yang membekas bagi para siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara mendengarkan langsung kisah perjuangan, harapan, hingga ungkapan rasa syukur dari anak-anak yang merasakan manfaat program tersebut.

Salah seorang calon siswa, Bagus, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Sekolah Rakyat.

Di hadapan Presiden, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam karena program tersebut telah membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Untuk Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Keluarga kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih sekali, Bapak Presiden,” ujar Bagus, Minggu (7/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mendengarkan kisah Rizky, salah seorang siswa Sekolah Rakyat yang mengalami perkembangan signifikan sejak mengikuti pendidikan di sana.

Rizky mengaku semasa sekolah dasar dirinya belum mampu membaca.

Namun, berkat pendampingan para guru, wali asuh, dan wali asrama, ia kini telah bisa membaca dengan lancar.

“Saya waktu SD belum bisa membaca. Setelah masuk Sekolah Rakyat, saya diajarkan oleh guru, wali asuh, dan wali asrama sampai akhirnya bisa membaca dengan lancar,” tutur Rizky.

Baca Juga: Pramono Marah Tumpukan Sampah Menggunung di Muara Angke, Minta Pembersihan Dilakukan Rutin

Suasana haru juga terlihat ketika calon siswa Kadek Dewi Lestari bersama ibunya, Ni Nyoman Martini, menyampaikan apresiasi kepada Presiden.

Dengan suara bergetar, sang ibu mengungkapkan rasa syukur karena putrinya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

“Terima kasih, Pak. Terima kasih, anak saya sudah mau masuk sekolah,” ujar Martini.

Prabowo kemudian berbincang langsung dengan Kadek Dewi Lestari yang bercita-cita menjadi guru tari.

Kepala Negara pun memberikan motivasi agar ia terus belajar dengan tekun demi mewujudkan impiannya.

“Belajar yang baik ya, nanti belajar yang baik,” pesan Prabowo.

Kisah lainnya datang dari Ni Kadek Aryani, remaja berusia 15 tahun yang sempat putus sekolah selama dua tahun setelah lulus SD akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Putri seorang petani itu mengaku sangat ingin kembali bersekolah dan menyambut dengan penuh antusias kesempatan bergabung di Sekolah Rakyat.

“Saya dari dulu ingin sekali sekolah. Sudah dua tahun tidak sekolah setelah lulus SD. Lalu ada petugas yang datang ke rumah dan menawarkan sekolah. Saya memang sangat ingin sekolah,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dinilainya telah memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.

“Saya berterima kasih sekali sama Pak Prabowo yang sudah membuat sekolah ini,” katanya.

Berbagai kisah tersebut menjadi gambaran nyata manfaat yang dirasakan masyarakat melalui program Sekolah Rakyat.

Melalui program ini, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera serta memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Indonesia Terbuka: Runner-Up, Raymond/Joaquin Akui Kalah Jam Terbang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.