Akurat
Pemprov Sumsel

Tak Hanya Gabon, Ini 7 Kasus Kudeta Di Afrika Dalam Kurun 3 Tahun Terakhir

| 31 Agustus 2023, 18:30 WIB
Tak Hanya Gabon, Ini 7 Kasus Kudeta Di Afrika Dalam Kurun 3 Tahun Terakhir

AKURAT.CO Tak hanya Gabon, sejumlah negara di Afrika mengalami gonjang-ganjing kudeta tiga tahun belakangan ini. Hal ini membuat benua Afrika sebagai benua dengan kasus percobaan kudeta terbanyak di dunia.

Kudeta tersebut kebanyakan dilakukan militer yang ingin menumbangkan pemerintahan hasil pemilu. Pada akhir Agustus 2023 dunia kembali dihebohkan dengan kudeta militer yang terjadi di Gabon, negara Afrika Bagian Tengah.

Dikutip laman Aljazirah, Kamis (31/8/2023) berdasarkan data yang dikumpulkan oleh peneliti Amerika Jonathan M Powell dari University of Central Florida dan Clayton L Thyne dari University of Kentucky, sejak 1950 hingga 2022, terdapat 486 percobaan kudeta di seluruh dunia. Afrika menjadi benua dengan percobaan kudeta terbanyak, yakni 214. Sebanyak 106 kudeta berhasil dan 108 lainnya gagal.

Foreign Policy Research Institute menganalisis bahwa pengalaman kudeta yang berulang kali terjadi membuat para pemberontak menormalisasi praktik kudeta, baik di tingkat nasional maupun regional.

Dikutip dari kantor berita AFP Kamis (31/8/2023), berikut adalah delapan kasus kudeta di Afrika yang terjadi dalam jangka waktu tiga tahun terakhir.

Baca Juga: 6 Fakta Ali Bongo Ondimba, Presiden Gabon Yang Dikudeta Militer

Kasus Kudeta di Afrika dalam Kurun Waktu 3 Tahun

1. Kudeta Gabon (2023)

Presiden Ali Bongo keluarganya memerintah Gabon selama 55 tahun dinyatakan sebagai pemenang pemilu pada 26 Agustus 2023, tetapi menurut oposisi adalah hasil kecurangan.

Beberapa saat kemudian, para petinggi militer tampil di televisi nasional mengumumkan pembubaran lembaga negara dan penutupan perbatasan. Bongo lalu ditempatkan dalam tahanan rumah dan Jenderal Brice Oligui Nguema ditunjuk sebagai presiden transisi.

2. Kudeta Niger (2023)

Pada 26 Juli 2023, anggota pengawal presiden menggulingkan Presiden Niger Mohamed Bazoum yang terpilih pada 2021. Jenderal Abdourahamane Tiani selaku kepala pengawal presiden kemudian mengambil alih kekuasaan.

Pada 10 Agustus 2023, blok regional Afrika Barat ECOWAS menyetujui pengerahan pasukan siaga untuk memulihkan konstitusi, tetapi solusi diplomatik belum tercapai. Penguasa militer baru Niger mengusulkan masa transisi tidak lebih dari tiga tahun guna menyerahkan kembali kekuasaan kepada warga sipil.

3. Kudeta Burkina Faso (2022) - dua kudeta dalam delapan bulan

Burkina Faso mengalami dua kudeta militer tahun lalu. Pada Januari 2022, tentara pemberontak yang dipimpin Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba menangkap Presiden Roch Marc Christian Kabore.

Selanjutnya pada 30 September 2022, para petinggi militer mengumumkan bahwa mereka telah memecat Damiba. Kapten Ibrahim Traore menjadi presiden transisi hingga pemilihan presiden baru direncanakan pada Juli 2024.

4. Kudeta Sudan (2021)

Setelah berminggu-minggu ketegangan antara para pemimpin militer dan sipil yang berbagi kekuasaan sejak digulingkannya diktator Omar Al Bashir, angkatan bersenjata pimpinan panglima militer Abdel Fattah Al Burhan melancarkan kudeta pada 25 Oktober 2021.

Pada 15 April 2023, perang pecah antara Burhan dan mantan wakilnya yaitu Mohamed Hamdan Daglo, menewaskan sedikitnya 5.000 orang.

5. Kudeta Guinea (2021)

Kolonel Mamady Doumbouya, komandan pasukan khusus Guinea yang dilatih AS, menggulingkan Presiden Alpha Condé pada September 2021, setelah bertahun-tahun melakukan protes terhadap Condé karena mengubah konstitusi untuk memberikan masa jabatan ketiga bagi dirinya sendiri dan mencebloskan kandidat oposisi ke penjara.

AS mengutuk kudeta tersebut dan menghentikan bantuan militer, termasuk mengirimkan tim kecil Pasukan Khusus AS untuk melatih pasukan khusus Guinea.

Di tengah ancaman dan protes kekerasan yang sedang berlangsung, Doumbouya setuju untuk mengembalikan Guinea ke pemerintahan sipil dengan transisi selama 24 bulan yang dimulai pada awal 2023.

6. Kudeta Chad (2021)

Pada April 2021, Presiden Idriss Déby terbunuh dalam operasi militer melawan pemberontakan di perbatasan utara Chad.

Peristiwa tersebut seharusnya menaikkan ketua parlemen ke kursi kepresidenan. Namun, dewan militer mengambil alih kekuasaan dan mengangkat putra Déby, Jenderal Mahamat Idriss Déby, sebagai presiden.

AS tidak secara resmi menjatuhkan sanksi terhadap negara ini setelah transisi kekuasaan yang tidak konstitusional.

7. Kudeta Mali (2020)

Dikutip dari The Washington Post, Presiden Ibrahim Boubacar Keïta digulingkan oleh sekelompok pemimpin militer Mali pada 18 Agustus 2020, setelah protes anti-pemerintah terkait korupsi, ekonomi negara dan manajemen pandemi yang buruk, serta ancaman keamanan negara sedang berlangsung.

Para pemimpin internasional dan Dewan Keamanan PBB mengutuk tindakan kudeta tersebut. Tak hanya itu, AS mengakhiri bantuan militer ke Mati tiga hari setalh dilakukan kudeta.

Junta mundur dari kesepakatan September 2020 karena negara ingin memulai kembali dengan pemilihan umum sipil setelah Bah N'daw dilantik sebagai presiden sementara. Membuat negara ini harus menghadapi sanksi dari AS.

Sanksi AS baru-baru ini juga menargetkan para pemimpin utama junta karena diyakini terlibat hubungan dengan Wagner Group, yang memiliki 1.000 pejuang di negara Mali dan telah dituduh melakukan pelanggaran HAM terhadap warga sipil.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.