Mengenal Rasyid Nikaz, Gelontorkan Rp16,9 M Demi Membela Ribuan Muslimah Bercadar Di Eropa

AKURAT.CO - Rasyid Nikaz atau Rachid Nekkaz merupakan seorang pengusaha sekaligus aktivis politik di Prancis dan Aljazair. Pria kelahiran 9 Januari 1972 ini rela menggelontorkan Rp16,9 Miliar untuk membela muslimah bercadar di Eropa.
Rasyid Nikaz mengatakan siap membayar denda bagi wanita muslim yang dilarang menggunakan cadar oleh pemerintah di beberapa negara di Eropa. Rasyid Nikaz selama ini telah membayar denda bagi sekitar 1.538 wanita bercadar di enam negara Eropa yakni Prancis, Belgia, Swiss, Belanda, Austria, dan Jerman.
Rasyid Nikaz mengatakan bahwa tindakannya ini bukan untuk membela agama Islam, namun ia sedang membela kebebasan. Menurutnya, prinsip kebebasan adalah hak universal.
Pria berkebangsaan Aljazair yang lahir di Prancis ini mengatakan bahwa penting bagi pemerintah di Eropa untuk membuka mata bahwa larangan bercadar yang dibuat, tidak lain hanyalah tindakan membatasi kebebasan. Pada 2018 Rasyid Nikaz pun pernah mendukung pembebasan 19 wanita di Iran yang ditangkap karena menolak mengenakan jilbab pada Hari Perempuan Sedunia.
Baca Juga: Riyadh, Bukti Nyata Perubahan Arab Saudi: Banyak Perempuan Tanpa Abaya dan Buka Cadar
Rasyid Nikaz pernah melakukan perjalanan ke Denmark pada Agustus 2018 untuk membayar denda wanita yang melanggar undang-undang tentang pakaian penutup wajah. Sebagai tanggapan tindakan Rasyid Nikaz, partai politik Partai Rakyat Denmark dan Venstre mengusulkan untuk mengubah undang-undang pakaian penutup wajah dari sekedar denda menjadi hukuman 7 hari penjara bagi pelanggar berulang.
Biografi Rasyid Nikaz
Rasyid Nikaz merupakan pria berkebangsaan Aljazair yang lahir di Villeneuve-Saint-Georges, Prancis. Orang tuanya merupakan imigran Aljazair. Rasyid Nikaz merupakan lulusan Universitas Paris dengan gelar sarjana seni dalam sejarah filsafat.
Rasyid Nikaz pertama kali muncul di publik sebagai calon potensial pada pemilihan presiden Prancis tahun 2007, namun gagal. Pada pemilihan legislatif di tahun yang sama, Rasyid mendirikan partainya sendiri. Namun ia gagal mencalonkan diri dalam pemilihan kota pada 2008 karena hanya menerima 156 suara.
Pada 2010, Rasyid Nikaz mendirikan organisasi “Touche pas à ma konstitusi” yang artinya “jangan sentuh konstitusi saya” , merupakan plesetan dari slogan LSM SOS Racisme “Touche pas à mon pote” yang artinya “jangan sentuh teman saya”. Organisasi ini berjanji membayar denda wanita mana pun yang dihukum karena mengenakan burqa di depan umum.
Pada Oktober 2013, Rasyid Nikaz melepaskan kewarganegaraan Prancisnya demi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Aljazair pada 2014. Sebelumnya, sejak lahir ia memiliki kewarganegaraan ganda.
Selain membela muslimah bercadar, Rasyid Nikaz juga menyisihkan harta kekayaannya untuk dialokasikan ke panti asuhan dengan jumlah sekitar 1000 anak panti yang ia miliki. Hebatnya lagi, kebanyakan dari anak panti itu merupakan penghafal 30 juz al-Qur’an.
Rasyid Nikaz merupakan salah satu pemegang saham klub bola ternama Paris Saint Germain (PSG). (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





