RS Indonesia Di Gaza Terkena Serangan Israel, Ternyata Ini Sejarah Berdirinya

AKURAT.CO Konflik antara Israel dan Palestina semakin memanas setelah Pemerintah Israel menyatakan perang terhadap Palestina pada Sabtu (7/10/2023). Buntut perang ini terjadi karena serangan awal yang dilancarkan oleh militan Hamas Palestina.
Hamas merupakan kelompok militan Islam yang berkuasa di Jalur Gaza. Mereka telah meluncurkan ribuan roket ke Israel pada hari yang sama.
Sampai saat ini, perang antara Israel dan Palestina masih terus terjadi hingga menyebabkan banyak korban berjatuhan. Beberapa bangunan pun ikut hancur, salah satunya RS Indonesia di Gaza.
Baca Juga: Dikenal Memiiki Intelijen Luas, Mengapa Israel Gagal Menghentikan Serangan Hamas?
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat terlihat RS Indonesia menjadi sasaran serangan roket Israel di Beilt Lahiya, Gaza, Palestina. Meskipun tidak mengalami kerusakan total, namun ada seorang medis yang tewas dan sejumlah orang luka-luka.
Sejarah RS Indonesia Di Palestina
Menurut beberapa sumber, Senin (9/10/2023), RS Indonesia dibangun atas inisiatif tim MER-C untuk menolong warga Palestina yang menjadi korban Agresi Israel.
Penyerangan Israel yang bertubi-tubi mengakibatkan banyak korban berjatuhan.
Saat itu, sejumlah perwakilan dari Indonesia telah mengirimkan bantuan medis berupa obat-obatan dan mobil ambulans.
Baca Juga: Perang Resmi Dideklarasikan, Ini Kemungkinan Yang Akan Terjadi Pada Palestina Dan Israel
Karena situasi semakin panas membuat pihak rumah sakit di Gaza mengalami kesulitan dalam menampung para korban.
Kemudian, pihak Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berinisiatif membangun sebuah rumah sakit di Jalur Gaza, Palestina. Tim MER-C ini merupakan suatu organisasi sosial kemasyarakatan Indonesia.
Tujuan utama RS Indonesia untuk memberikan bantuan medis kepada korban atas agresi dari Israel.
Diberi nama Rumah Sakit Indonesia (RSI) karena dibangun dari hasil donasi masyarakat Indonesia. Rumah sakit ini mulai dibangun pada 14 Mei 2011.
Pembangunan RS Indonesia di atas tanah wakaf seluas 16.261 meter persegi dari Pemerintah Palestina. Terdiri dari dua lantai dengan kapasitas 100 tempat tidur.
Penandatanganan MoU pembangunan RS Indonesia ini diwakili oleh dr. Joserizal Jurnalis atas nama rakyat Indonesia dan dr. Bassim Naim atas nama rakyat Gaza.
Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Perang Hamas Vs Israel Yang Masih Panas, Korban Terus Berjatuhan
Hingga akhirnya RS Indonesia diresmikan pada tahun 2015 dengan menghabiskan dana sebesar Rp120 miliar.
Diketahui juga bahwa RS Indonesia telah menerima rekor dua atas pembangunan terbesar di Gaza. (Tasya Nurhaliza Putri)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







