Akurat
Pemprov Sumsel

Israel Umumkan Kekalahan Tempur Terburuknya di Gaza sejak Oktober

Sulthony Hasanuddin | 14 Desember 2023, 13:36 WIB
Israel Umumkan Kekalahan Tempur Terburuknya di Gaza sejak Oktober

AKURAT.CO Israel mengumumkan kekalahan tempur terburuknya dalam lebih dari sebulan terakhir setelah penyergapan di reruntuhan Gaza.

Pertempuran sengit antara militan Hamas dan tentara Israel sedang berlangsung di Gaza utara dan selatan, sehari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa militer akan terus bertempur meskipun ada tekanan internasional untuk melakukan gencatan senjata.

"Kami akan terus maju sampai akhir, sampai kemenangan, sampai Hamas dimusnahkan. Saya mengatakan ini di tengah penderitaan yang luar biasa dan juga di tengah tekanan internasional. Tidak ada yang akan menghentikan kita," katanya kepada para tentara di Gaza melalui radio, dikutip Kamis (14/12/2023).

Baca Juga: Dampak Konflik, Puma Akhiri Sponsorship Timnas Sepak Bola Israel Pada 2024

Israel melaporkan 10 tentaranya tewas dalam 24 jam terakhir, termasuk seorang kolonel penuh yang memimpin sebuah markas dan seorang letnan kolonel yang memimpin sebuah resimen. Hal tersebut lantas merupakan jumlah korban terburuk dalam satu hari sejak 15 tentaranya terbunuh pada 31 Oktober.

Sebagian besar kematian terjadi di distrik Shejaia, Kota Gaza di bagian utara, di mana pasukan disergap saat mencoba menyelamatkan sekelompok tentara lain yang telah menyerang pejuang Hamas di sebuah bangunan.

Hamas mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pasukan Israel tidak akan pernah bisa menaklukkan Gaza.

"Semakin lama Anda tinggal di sana, semakin besar tagihan kematian dan kerugian Anda dan Anda akan keluar dari sana dengan membawa kekecewaan dan kerugian, insya Allah," ungkap Hamas.

Baca Juga: Gaza: Serangan Israel Sebabkan Kelaparan hingga Kerusakan Sosial

Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Kepala Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan bahwa pengaturan masa depan di Gaza tanpa Hamas adalah khayalan.

Amerika Serikat Tunda Penjualan Senapan

Israel mendapat simpati dunia ketika memulai kampanye untuk memusnahkan Hamas.

Namun sejak saat itu, Israel telah mengepung Gaza dan membuat sebagian besar daerah itu hancur.

Dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza bahwa setidaknya 18.608 orang telah terbunuh, 50.594 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza dan ribuan lainnya dikhawatirkan hilang dalam reruntuhan atau di luar jangkauan ambulans.

Baca Juga: Amerika Serikat Berlakukan Larangan Visa bagi Warga Israel yang Terlibat Kekerasan di Tepi Barat Palestina

Sedikitnya 288 pengungsi di tempat penampungan yang dikelola oleh badan pengungsi Palestina PBB telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober.

Melihat hal tersebut, Pemerintahan Biden menunda penjualan lebih dari 20.000 senapan buatan AS ke Israel karena kekhawatiran akan meningkatnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.