Perdana Menteri Israel Klaim Kemenangan di Gaza Sudah dalam Jangkauan, Tanda Perang Segera Berakhir?

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kemenangan total di Gaza sudah dalam jangkauan.
Hal tersebut dikatakan Netanyahu saat ia menolak tawaran terbaru dari Hamas untuk gencatan senjata guna memastikan kembalinya para sandera yang masih ditahan di daerah kantong yang terkepung tersebut.
Netanyahu memperbarui janjinya untuk menghancurkan Hamas, dengan mengatakan bahwa tidak ada alternatif lain bagi Israel selain menghancurkan mereka.
"Hari berikutnya adalah hari setelah Hamas. Seluruh Hamas," katanya dalam sebuah konferensi pers, dikutip Kamis (8/2/2024).
Sebagai informasi, sebelumnya Hamas mengusulkan rencana gencatan senjata selama empat setengah bulan menjelang berakhirnya perang, sebagai tanggapan atas proposal Qatar dan Mesir yang dikirim pekan lalu.
Menurut rancangan dokumen tersebut, usulan tandingan Hamas membayangkan gencatan senjata tiga fase yang masing-masing berlangsung selama 45 hari.
Usulan Hamas juga berisi pertukaran sisa sandera Israel yang mereka tangkap pada 7 Oktober dengan tahanan Palestina.
Setelahnya, rekonstruksi Gaza akan dimulai dengan pasukan Israel yang ditarik sepenuhnya juga pertukaran antar jenazah kedua negara.
Baca Juga: Iran vs Qatar: Skor 2-3, Tim Tuan Rumah Tancap Gas ke Babak Final Piala Asia 2023
Tidak hanya itu, menurut usulan tandingan Hamas, semua sandera perempuan Israel, laki-laki di bawah umur 19 tahun, orang tua dan orang sakit akan dibebaskan selama fase 45 hari pertama.
Hal tersebut sebagai imbalan atas pembebasan perempuan dan anak-anak Palestina dari penjara Israel.
Sandera laki-laki yang tersisa akan dibebaskan pada tahap kedua dan tetap ditukar pada tahap ketiga.
Baca Juga: Samsung Rilis Pembaruan One UI 6.0 Berbasis Android 14 untuk Galaxy A05s
Pada akhir fase ketiga, Hamas berharap kedua pihak telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: Trending Topic di X! Lisa BLACKPINK Unggah Foto Coming Soon, Comeback Solo atau Agensi Baru?
Militan yang menguasai Gaza tersebut mengatakan dalam sebuah adendum proposal bahwa mereka menginginkan pembebasan 1.500 tahanan, yang sepertiganya dipilih dari daftar warga Palestina yang dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Israel.
Gencatan senjata yang dilakukan akan meningkatkan aliran makanan dan bantuan lainnya kepada warga sipil di Gaza yang sedang menghadapi kelaparan dan kekurangan pasokan bahan pokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








