Vladimir Putin Klaim Rusia Hampir Ciptakan Vaksin Kanker yang Efektif untuk Terapi Individu

AKURAT.CO Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa para ilmuwan Rusia hampir menciptakan vaksin untuk kanker yang akan segera tersedia bagi pasien.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam sebuah forum di Rusia tentang teknologi masa depan yang disiarkan di televisi pada Rabu kemarin.
"Kami telah sangat dekat dengan penciptaan apa yang disebut vaksin kanker dan obat imunomodulator generasi baru," tuturnya, dikutip Kamis (15/2/2024).
Baca Juga: Skuad Manchester United Musim 2022/2023 Jadi yang Termahal di Eropa Capai Rp23 Triliun
"Saya berharap mereka akan segera digunakan secara efektif sebagai metode terapi individu," tambahnya.
Namun Putin tidak merinci jenis kanker apa yang akan ditargetkan oleh vaksin yang diusulkan atau bagaimana cara pengobatannya.
Dikutip dari Reuters, sejumlah negara dan perusahaan sedang mengembangkan vaksin kanker.
Seperti pada tahun lalu, pemerintah Inggris menandatangani perjanjian dengan BioNTech yang berbasis di Jerman untuk meluncurkan uji klinis yang menyediakan perawatan kanker yang dipersonalisasi, bertujuan untuk menjangkau 10.000 pasien pada tahun 2030.
Perusahaan farmasi Moderna dan Merck & Co juga sedang mengembangkan vaksin kanker eksperimental yang menurut sebuah studi tahap pertengahan menunjukkan bahwa vaksin ini dapat mengurangi kemungkinan kambuh atau kematian akibat melanoma (kanker kulit yang paling mematikan) hingga separuhnya setelah tiga tahun pengobatan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, hingga saat ini terdapat enam vaksin berlisensi untuk melawan human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan banyak kanker, termasuk kanker serviks, serta vaksin untuk hepatitis B (HBV) yang dapat menyebabkan kanker hati.
Selama pandemi virus corona lalu, Rusia mengembangkan vaksin Sputnik V untuk melawan Covid-19 dan menjualnya ke sejumlah negara, meskipun di dalam negeri, vaksin ini menghadapi keengganan masyarakat untuk divaksinasi.
Putin sendiri mengatakan bahwa ia telah menggunakan Sputnik, sebagai upaya untuk meyakinkan masyarakat akan kemanjuran dan keamanannya.
Baca Juga: Belanda Gabung Koalisi Militer Pemasok Drone Canggih ke Ukraina untuk Perang Lawan Rusia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







