Akurat
Pemprov Sumsel

Belum Usai, Houthi Yaman Kini Klaim Serangan Kapal di Teluk Aden

Sulthony Hasanuddin | 20 Februari 2024, 03:00 WIB
Belum Usai, Houthi Yaman Kini Klaim Serangan Kapal di Teluk Aden

 

AKURAT.CO Militan Houthi di Yaman mengatakan bahwa mereka telah menyerang kapal kargo Rubymar di Teluk Aden dan kapal tersebut kini terancam tenggelam.

Dikutip dari Reuters, Rubymar mengalami kerusakan setelah dua rudal ditembakkan ke kapal tersebut dari Yaman dengan para kru yang berhasil dievakuasi.

"Kapal itu terkena serangan serius yang menyebabkannya berhenti sepenuhnya. Akibat kerusakan parah yang diderita kapal tersebut, kapal itu kini berisiko tenggelam di Teluk Aden," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, dalam sebuah pernyataan, dikutip Senin (19/2/2024).

Baca Juga: Pabrik Daur Ulang yang Menampung 900 Ton Baterai Lithium di Prancis Terbakar

Tidak hanya itu, Houthi juga mengatakan telah menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak milik Amerika Serikat di kota pelabuhan Hodeidah.

Pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran telah melakukan serangan pesawat tanpa awak dan rudal berulang kali sejak pertengahan November terhadap pelayaran komersial internasional di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Milisi tersebut telah bersumpah untuk melanjutkan serangan mereka selama Israel terus melakukan "kejahatan" terhadap warga Palestina.

Kapal kargo umum berbendera Belize yang terdaftar di Inggris dan dioperasikan oleh Lebanon itu diserang di Selat Bab al-Mandab di lepas pantai Yaman pada hari Minggu.

Baca Juga: SMA Binus Internasional Serpong akan Panggil Vincent Rompies Terkait Dugaan Kasus Bullying Sang Anak

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan bahwa para kru telah meninggalkan kapal di lepas pantai Yaman setelah sebuah ledakan.

Dalam insiden kedua beberapa jam setelahnya, sebuah kapal curah berbendera Yunani dan berutang kepada AS diserang oleh rudal dalam dua upaya terpisah, tanpa cedera pada kru kapal meskipun satu jendela kapal rusak.

Kapal tersebut berlayar dari Argentina ke Aden dengan membawa biji-bijian dengan 23 awak kapal, termasuk 5 warga negara Yunani.

Serangan-serangan ini telah mendorong beberapa perusahaan untuk menghentikan pelayaran Laut Merah dan mengambil rute yang lebih panjang dan lebih mahal di sekitar Afrika. Sebelumnya, pesawat-pesawat tempur AS dan Inggris telah melakukan serangan balasan di Yaman.

Baca Juga: Begini Silsilah Keluarga Vincent Rompies, Namanya Trending Gegara Kasus Bullying SMA Internasional Binus Serpong

Asosiasi industri pelayaran pada hari ini lantas menyerukan pembebasan segera 25 awak kapal Galaxy Leader, yang dibajak oleh Houthi pada tanggal 19 November, menandai tiga bulan sejak penangkapan mereka.

"25 pelaut yang menjadi awak kapal Galaxy Leader adalah korban tak berdosa dari agresi yang sedang berlangsung terhadap pelayaran dunia, dan penderitaan mereka menjadi perhatian utama karena komunitas pelayaran niaga terus diserang," kata kedua asosiasi tersebut dalam sebuah pernyataan bersama.

"Sangat menjijikkan bahwa para pelaut ditangkap oleh pasukan militer dan bahwa mereka telah dijauhkan dari keluarga dan orang yang mereka cintai terlalu lama," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.