Akurat
Pemprov Sumsel

Sedang Dipelajari Hamas, Berikut Isi Draf 11 Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Selama 40 Hari yang Disetujui Israel

Sulthony Hasanuddin | 28 Februari 2024, 15:11 WIB
Sedang Dipelajari Hamas, Berikut Isi Draf 11 Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Selama 40 Hari yang Disetujui Israel


AKURAT.CO Hamas sedang mempertimbangkan sebuah proposal gencatan senjata di Gaza, yang disetujui oleh Israel dalam pembicaraan dengan para mediator di Paris, Prancis pada minggu lalu.

Gencatan senjata di Gaza tersebut direncanakan akan menghentikan pertempuran selama 40 hari di Gaza sehingga menjadi waktu gencatan senjata terlama dalam perang antara kelompok Hamas dan Israel yang telah berlangsung selama lima bulan.

Menurut sebuah sumber yang dekat dengan perundingan, proposal gencatan senjata di Gaza yang disebut dengan proposal Paris, akan membuat para militan membebaskan beberapa sandera sebagai imbalan atas pembebasan ratusan tahanan Palestina.

Baca Juga: Korea Selatan dan Amerika Serikat akan Menggelar Latihan Tahunan Militer, Berfokus pada Ancaman Nuklir Kim Jong Un

Namun, hal tersebut tampaknya tidak cukup untuk memenuhi tuntutan utama Hamas agar kesepakatan apa pun menyertakan jalan yang jelas menuju akhir perang permanen dan penarikan mundur pasukan Israel di Gaza.

Dalam sambutannya yang disiarkan disebuah acara bincang tengah malam, Presiden Amerika Serikat, Joe Bidan mengatakan bahwa Israel telah setuju untuk menghentikan pertempuran di Gaza selama bulan Ramadhan atau bulan puasa bagi umat Muslim yang diprediksi akan dimulai pada 10 Maret.

"Ramadan akan segera tiba dan sudah ada kesepakatan dari pihak Israel bahwa mereka tidak akan melakukan kegiatan selama Ramadan, untuk memberi kita waktu mengeluarkan semua sandera," ujar Biden, dikutip Rabu (28/2/2024).

Sebelumnya, Presiden Biden mengatakan bahwa ia berharap kesepakatan gencatan senjata akan tercapai pada tanggal 4 Maret.

Namun Qatar, yang telah bertindak sebagai mediator utama, mengatakan bahwa terobosan belum tercapai.

"Kami belum memiliki kesepakatan final mengenai isu-isu yang menghambat tercapainya kesepakatan. Kami tetap berharap bahwa kami dapat mencapai suatu kesepakatan."" ujar Majed Al Ansari, juru bicara kementerian luar negeri Qatar.

Menanggapi pernyataan Biden, dua pejabat senior Hamas mengatakan tampaknya hal tersebut menunjukkan bahwa kesepakatan pada prinsipnya telah tercapai adalah prematur.

"Masih ada kesenjangan besar yang harus dijembatani. Isu-isu utama dan utama dari gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel tidak dinyatakan dengan jelas, sehingga menunda tercapainya kesepakatan," kata salah satu pejabat Hamas.

Dikutip dari Reuters, rancangan proposal Paris untuk gencatan senjata di Gaza tahap pertama kesepakatan akan berlangsung selama 40 hari dan pertukaran tawanan akan berada pada rasio 10 banding satu.

Berikut list draf proposal Paris yang telah disetujui oleh Israel dan sedang dipertimbangkan oleh Hamas.

1. Kedua belah pihak menghentikan operasi militer mereka sepenuhnya.

2. Operasi pengintaian udara di atas Gaza akan dihentikan selama delapan jam sehari.

3. Semua sandera Israel, termasuk perempuan, anak-anak di bawah usia 19 tahun, orang tua berusia 50 tahun ke atas, dan orang sakit harus dibebaskan dengan imbalan sejumlah tawanan Palestina sesuai dengan jumlah yang tertera di bawah ini.

4. Sebagai imbalan untuk 40 sandera yang terdaftar di bawah kategori kemanusiaan, sekitar 400 tahanan Palestina akan dibebaskan, sesuai dengan rasio 10 tahanan untuk satu sandera.

5. Pemulangan secara bertahap semua warga sipil yang mengungsi (kecuali pria usia wajib militer) ke Jalur Gaza utara.

6. Setelah memulai tahap pertama, Israel akan memposisikan kembali pasukannya jauh dari daerah padat penduduk di Jalur Gaza.

7. Komitmen untuk membawa bantuan kemanusiaan sebanyak 500 truk per hari.

Baca Juga: Prabowo Terima Pangkat Istimewa Jenderal TNI (HOR), Ini kata PDIP

8. Komitmen untuk menyediakan 200.000 tenda dan 60.000 karavan.

9. Mengizinkan rehabilitasi rumah sakit dan pabrik roti di Gaza, termasuk segera mengizinkan masuknya peralatan yang diperlukan dan menyediakan pengiriman bahan bakar untuk keperluan ini, sesuai dengan jumlah yang akan disepakati.

10. Israel menyetujui masuknya mesin-mesin dan peralatan berat untuk membersihkan reruntuhan dan membantu tujuan-tujuan kemanusiaan lainnya dengan menyediakan pengiriman bahan bakar yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut, sesuai dengan jumlah yang akan disepakati, dengan ketentuan bahwa jumlah tersebut akan meningkat seiring waktu. Hamas berjanji untuk tidak menggunakan mesin dan peralatan ini untuk mengancam Israel.

11. Dapat dipahami bahwa pengaturan yang disepakati pada tahap pertama tidak akan berlaku untuk tahap kedua, yang akan tunduk pada negosiasi terpisah berikutnya.

Baca Juga: Profil Ponpes Al Hanifiyah Kediri, Jawa Timur, Jadi Sorotan Usai Kasus Kematian Santrinya

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.