Militer Israel Janji Tanggapi Serangan Iran di Tengah Meningkatnya Seruan untuk Menahan Diri

AKURAT.CO Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Senin kemarin, memanggil kabinet perangnya untuk kedua kali dalam 24 jam guna mempertimbangkan tanggapan terhadap serangan rudal dan drone Iran pada akhir pekan lalu.
Israel lantas menunggu kabar tentang bagaimana Netanyahu akan menanggapi serangan langsung pertama Iran tersebut ketika tekanan internasional untuk menahan diri meningkat.
Kepala Staf Militer, Herzi Halevi, mengatakan, Israel akan merespons serangan yang terjadi namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Baca Juga: Wajib Tahu Deretan Fakta Serangan Iran ke Israel, Salah Satunya Gunakan 300 Lebih Drone dan Rudal
"Peluncuran begitu banyak rudal, rudal jelajah, dan drone ke wilayah Israel akan ditanggapi dengan baik," katanya di Pangkalan Udara Nevatim, Israel Selatan, dikutip Selasa (16/4/2024).
Prospek pembalasan Israel lantas mengkhawatirkan banyak warga Iran yang sudah mengalami penderitaan ekonomi, kontrol sosial dan politik yang lebih ketat sejak protes pada tahun 2022-2023.
Serangan terhadap Israel dilancarkan Iran sebagai pembalasan apa yang dikatakannya sebagai serangan udara Israel pada 1 April terhadap kompleks kedutaannya di Damaskus, mengisyaratkan bahwa Iran tidak akan melanjutkan eskalasi lebih lanjut.
Meskipun serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang berarti, namun tetap saja meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya peperangan terbuka antara musuh lama.
Baca Juga: Serangan Iran ke Israel: Pertimbangan Politik, Militer, Ekonomi hingga Tanggapan Internasional
Serangan yang terjadi juga memicu kekhawatiran bahwa kekerasan yang berakar pada perang Gaza akan semakin meluas.
Sejak perang di Gaza dimulai pada bulan Oktober tahun lalu, bentrokan terus meletus antara Israel dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Lebanon, Suriah, Yaman dan Irak.
Dengan tentara Israel yang melaporkan empat tentaranya terluka ratusan meter di dalam wilayah Lebanon pada Minggu malam.
Baca Juga: Menahan Diri, Amerika Serikat Pilih Tidak Ambil Bagian dalam Serangan Balasan Israel Terhadap Iran
Namun menanggapi serangan Iran, Presiden Joe Biden mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan berpartisipasi dalam serangan balasan Israel.
Presiden Prancis, Kanselir Jerman, dan Menteri Luar Negeri Inggris juga menyampaikan hal yang serupa dengan menyerukan Israel untuk menahan diri akan serangan yang berlangsung.
Sementara itu Rusia, sekutu Iran, tidak memberikan respon secara terbuka akan serangan yang terjadi namun mendesak untuk menahan diri.
"Eskalasi lebih lanjut bukanlah kepentingan siapa pun," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Baca Juga: Eropa Bergabung dengan Amerika Serikat, Desak Israel Menahan Diri Terhadap Serangan Iran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







