Status Siaga II Dikeluarkan, WNI di Iran Diimbau Bawa Run Bag

AKURAT.CO Serangan balasan Iran ke Israel berdampak pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran yang mengeluarkan status siaga II bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Tehran, Iran. Diketahui serangan tersebut dimulai pada Sabtu malam pukul 20.00 waktu setempat.
Dikutip dari akun Instagram @indonesiaintehran, Selasa (16/4/2024), KBRI menetapkan status siaga II di Iran.
Salah satu imbauan dalam perintah tersebut yakni WNI diminta untuk menyiapkan run bag dan pertimbangan untuk pulang ke Indonesia secara mandiri.
"Sehubung dengan ditetapkan status Siaga II bagi WNI di Iran, KBRI mengimbau seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Republik Islam Iran untuk menyiapkan run bag dengan isi barang-barang esensial seperti dokumen penting, uang tunai, minuman dan makanan yang cukup, pakaian dan perlengkapan pribadi serta obat-obatan," tulis akun KBRI Tehran.
Baca Juga: Militer Israel Janji Tanggapi Serangan Iran di Tengah Meningkatnya Seruan untuk Menahan Diri
Adapun dalam imbauan tersebut, KBRI Tehran meminta WNI di Iran untuk melakukan lapor diri melalui laman peduli.kemlu.go.id. Selain itu juga WNI diminta untuk tetap tenang dan menetap di kediaman masing-masing dan menghindari kerumunan massa serta daerah yang memiliki potensi rawan atau berbahaya.
Sebagai WNI di Iran gunakan media sosial secara bijak sehingga terhindar dari misinformasi yang beredar.
Lakukan koordinasi dengan KBRI secara intens dan memantau media sosial KBRI secara berkala, agar senantiasa menaati imbauan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Apabila dalam keadaan darurat WNI di Iran diminta untuk menghubungi hotline KBRI Tehran melalui nomor +98 902 446 8889 (Telepon dan WA/+98 991 466 8845 (WA only).
Sebagai informasi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah memastikan WNI di Iran tidak terkena dampak serangan Iran ke Israel.
"WNI sejauh ini alhamdulillah dalam keadaan baik, dalam artian tidak terdampak situasi yang ada," kata Retno, di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Antara, Selasa (16/4/2024).
Baca Juga: Bertemu Menlu Hungaria, Retno Marsudi Bahas Myanmar hingga Perekonomian
Kemenlu terus memantau perkembangan situasi yang terjadi di Timur Tengah. Bahkan hampir setiap hari Kemenlu menggelar rapat secara virtual dengan Kedutaan Besar RI di wilayah yang terjadi konflik, seperti Yaman, Teheran dan Mesir.
"Termasuk contigensi plan sudah kami buat. Jadi, untuk KBRI-KBRI itulah yang kami lakukan sampai saat ini," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








