Akurat
Pemprov Sumsel

VIRAL! Seorang Wanita di Brazil Tega Bawa Mayat Pamannya ke Bank untuk Tanda Tangan Pinjaman

Iwan Gunawan | 18 April 2024, 23:23 WIB
VIRAL! Seorang Wanita di Brazil Tega Bawa Mayat Pamannya ke Bank untuk Tanda Tangan Pinjaman

AKURAT.CO Seorang wanita di Brazil membawa mayat ke bank untuk mendapatkan sebuah pinjaman. Namun, wanita tersebut telah ditangkap usai kejadian mengerikan itu. 

Video wanita bernama Erika de Souza Vieira Nunes yang membawa mayat yakni Paulo Roberta Braga ke bank di kawasan Bangu, Rio De Janeiro beredar luas di media sosial X.

Dalam unggahan tersebut nampak Nunes menopang kepala Braga yang ia klaim sebagai pamannya. Melalui laporan The Independent, Nunes terdengar memanggil pamannya yang telah meninggal.

Baca Juga: Agus Fatoni Ajak Pegawai di Lingkungan Pemprov Sumsel untuk Terus Berinovasi dan Tingkatkan Kapasitas Bekerja

“Paman, apakah kamu mendengarkan? Anda perlu menandatangani (kontrak). Jika Anda tidak menandatangani, tidak mungkin, karena saya tidak bisa menandatangani untuk Anda,” kata Nunes dalam rekaman tersebut, sebelum mengambil pulpen dan secara paksa diletakan di tangan orang yang meninggal itu.

“Tanda tangan agar kamu tidak membuatku sakit kepala lagi, aku tidak tahan lagi,” katanya.

Dikutip dari The Guardian, salah satu karyawan bank tersebut mengatakan bahwa pria yang dibawa oleh Nunes nampak tidak dalam kondisi yang baik.

“Menurutku dia tidak baik-baik saja. Dia tidak terlihat sehat sama sekali ,” kata salah satu karyawan, menurut The Guardian.

Berdasarkan laporan The New York Post, Nunes diduga mencoba menggunakan kerabatnya yang telah meninggal untuk memperoleh pinjaman sebesar USD3.400. Namun, pria paruh baya tersebut meninggal beberapa jam sebelumnya pada usia 68 tahun.

Baca Juga: Mengenal Sosok Daud Kim, Mualaf Korea yang Viral Usai Buka Donasi untuk Bangun Masjid

Staf bank sangat khawatir akan kondisi Braga, sehingga mereka segera menghubungi pihak polisi. Ketika pihak berwenang telah datang, fakta sebenarnya terungkap bahwa Nunes telah membawa mayat ke bank.

“Dia tahu dia sudah mati… dia sudah mati setidaknya selama dua jam ,” kata petugas investigasi, Fábio Luiz Souza, kepada program berita sarapan pagi Bom Dia Rio pada hari Rabu.

“Saya belum pernah menemukan cerita seperti ini selama 22 tahun [sebagai perwira],” tambah Souza.

Investigasi terus dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Braga. Serta menyelidik apakah Nunes benar-benar keponakannya atau tidak, dan apakah ada orang lain yang terkait dengan salah satu dari mereka yang mencoba melakukan penipuan bank, kata polisi.

Polisi Sipil di Bangu mengatakan kepada The Independent bahwa Nunes ditangkap dan didakwa melakukan penipuan dan penyalahgunaan jenazah.

Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp Bisa Bisukan Panggilan dari Nomor Tak Dikenal, Ini Caranya


“Jenazah pria lanjut usia tersebut akan diperiksa di Legal Medical Institute (IML), untuk mengetahui penyebab kematiannya. Agen [akan] melakukan penyelidikan untuk mengklarifikasi fakta dan saksi akan diperiksa,” kata juru bicara kepolisian.

Di sisi lain, pihak pengacara Nunes mengeklaim bahwa Braga masih hidup ketika memasuki bank.

“Fakta yang terjadi tidak seperti yang dinarasikan. Paulo masih hidup ketika dia tiba di bank ,” kata Ana Carla de Souza Correa kepada wartawan.

“Semua ini akan diselesaikan. Kami percaya bahwa Érika tidak bersalah,” tambahnya.

Namun, analisis forensik polisi menetapkan bahwa Braga meninggal lebih awal dalam kondisi berbaring.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.