Akurat
Pemprov Sumsel

Korea Selatan Berencana Akan Beri Intensif Rp1 Miliar Kepada Bayi yang Baru Lahir, Apa Alasannya?

Shalli Syartiqa | 29 April 2024, 12:19 WIB
Korea Selatan Berencana Akan Beri Intensif Rp1 Miliar Kepada Bayi yang Baru Lahir, Apa Alasannya?

AKURAT.CO Korea Selatan (Korsel) merencanakan untuk memberikan insentif uang tunai sebesar 100 juta won (setara dengan sekitar Rp1,1 miliar) kepada setiap bayi yang lahir.

Dikutip dari The Strait Times, Senin (29/4/2024), tindakan ini diambil menghadapi tantangan meningkatnya krisis demografi di negara tersebut.

Menurut Pemerintah Korea Selatan, krisis demografi di negara tersebut dipicu oleh berbagai faktor.

Salah satu faktor utama adalah tingkat frustrasi yang dirasakan oleh pasangan Korea akibat kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas hidup.

Angka kelahiran di Korea Selatan turun menjadi 0,72 bayi per wanita seumur hidup pada tahun 2023, menjadi angka kelahiran nasional terendah yang tercatat.

Keputusan untuk memberikan insentif sebesar Rp 1,1 miliar untuk setiap anak dilakukan berdasarkan hasil survei publik yang diselenggarakan oleh Komisi Anti Korupsi dan Hak-hak Sipil Pemerintah Korea Selatan.

Baca Juga: Berhasil Raih Rating Tinggi, Ini Penjelasan Ending Drama Korea Queen Of Tears yang Sukses Guncang Emosi Penonton!

Survei ini bertujuan untuk mengukur pendapat masyarakat Korea Selatan sebelum keputusan pemberian insentif tersebut diimplementasikan.

Survei yang dimulai pada 17 April 2024 mencakup empat pertanyaan yang terkait dengan pengeluaran sebesar 22 triliun won atau sekitar Rp 259 triliun per tahun untuk program insentif.

Salah satu pertanyaannya adalah apakah pemberian insentif tersebut dapat diterima dan memotivasi pasangan di negara tersebut untuk memiliki anak.

 

 

 

 

Dana sebesar itu merupakan sekitar separuh dari anggaran nasional Korea Selatan yang saat ini dialokasikan untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, yang mencapai total 48 triliun won atau sekitar Rp 565 triliun setiap tahunnya.

Pemerintah Korea Selatan dan pembuat kebijakan telah berupaya untuk menemukan langkah-langkah baru dan inovatif dalam mengatasi krisis penurunan angka kelahiran yang terjadi di negara mereka.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.